Purwakarta
Trending

12 UMKM Purwakarta Naik Kelas Berkat Apindo UMKM Merdeka

PURWAKARTA, RAKA – Sebanyak 12 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Purwakarta mendapat pendampingan langsung dari puluhan mahasiswa melalui program Apindo UMKM Merdeka. Program kolaborasi antara DPP Apindo Jawa Barat dan STIEB Perdana Mandiri Purwakarta ini berlangsung selama empat bulan, mulai Maret hingga Juni 2026.

Pendampingan dilakukan oleh 51 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Manajemen Bisnis bersama dosen pembimbing. Selama program berlangsung, para mahasiswa terjun langsung membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas usaha, mulai dari pemasaran digital, pengelolaan keuangan, pengembangan produk, hingga pemanfaatan teknologi dalam operasional bisnis.

Sebanyak 12 UMKM yang mengikuti program tersebut yakni Kefir Roso, Mie Ayam Yamin Mama Bila, Pabrik Dimsum Qonita, ANM Snack, Abona, Dapur Pak Sahru, Kedai Ngupi Ngupi, Telursehat.id, Toko Camilan Rara, YD Treatment, Kuweh Anyi, dan Alifa Bakery and Cake.

Koordinator Wilayah Purwakarta Program Apindo UMKM Merdeka, Asep Suhana, mengatakan seluruh peserta mengikuti evaluasi rutin melalui kegiatan Monthly Report yang digelar setiap bulan di Kampus STIEB Perdana Mandiri Purwakarta.

Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa, dosen mentor, dan tim koordinasi untuk memaparkan perkembangan masing-masing UMKM, mengevaluasi kendala yang dihadapi, sekaligus menyusun strategi pendampingan lanjutan.

“Melalui kegiatan Monthly Report, kami bisa memonitor perkembangan setiap UMKM binaan secara lebih sistematis,” kata Asep, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, mahasiswa tidak hanya menyusun laporan perkembangan usaha, tetapi juga memberikan rekomendasi berbasis data agar pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing bisnisnya.

“Hasil pendampingan menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi manajemen usaha maupun pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.

Asep menambahkan, Apindo UMKM Merdeka merupakan salah satu upaya Apindo Jawa Barat membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua STIEB Perdana Mandiri Purwakarta, Dr. Gina Novianti, menilai program tersebut menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi karena mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung kepada pelaku usaha.

“Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang sangat berharga karena mereka menghadapi persoalan riil pelaku usaha. Kehadiran dosen sebagai mentor juga memastikan proses pendampingan berjalan profesional sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh UMKM binaan,” ujarnya.

Salah seorang mahasiswa peserta program, Dhiva Luthfiana Salsabila, mengaku memperoleh pengalaman baru saat mendampingi UMKM Roti Abon Abona.

Bersama tiga mahasiswa lainnya, Dhiva membantu pelaku usaha mengembangkan strategi pemasaran digital, memberikan edukasi dasar perpajakan, serta mengenalkan aplikasi pembukuan digital yang sebelumnya belum digunakan oleh pelaku usaha.

Menurutnya, meski peningkatan penjualan belum terlalu signifikan, strategi promosi melalui media digital mulai menunjukkan hasil positif.

“Salah satu konten yang kami buat berhasil ditonton sekitar 25 ribu kali. Selain promosi, kami juga membantu UMKM memahami dasar-dasar perpajakan dan memperkenalkan aplikasi pembukuan agar pencatatan keuangan menjadi lebih rapi,” kata Dhiva. (yat)

Related Articles

Back to top button