
PURWAKARTA, RAKA – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Purwakarta dalam beberapa hari terakhir meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi dampak cuaca yang tidak menentu.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan bahwa saat ini wilayah Purwakarta masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana. Status tersebut ditetapkan sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan bahwa penetapan status siaga darurat bencana dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi peningkatan cuaca ekstrem yang masih terus berlangsung hingga akhir Januari 2026.
“Sampai saat ini Kabupaten Purwakarta masih berstatus siaga darurat bencana,” ujar Erlan, Kamis (22/1).
Ia menjelaskan, seluruh 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta masuk dalam wilayah siaga darurat bencana. Wilayah tersebut berpotensi mengalami bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem akibat tingginya intensitas hujan.
Menurut Erlan, BPBD terus mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun tidak lengah dalam menghadapi kondisi cuaca yang fluktuatif. Kewaspadaan dinilai menjadi kunci utama untuk meminimalisir risiko kerugian akibat bencana.
“BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, terutama menjelang akhir Januari ini,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk aktif memantau informasi cuaca terkini dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Langkah-langkah antisipatif seperti membersihkan saluran air, memperkuat bangunan di wilayah rawan bencana, serta mengenali tanda-tanda awal bencana dinilai penting untuk dilakukan secara mandiri.
Erlan menambahkan, masyarakat diharapkan segera melapor kepada BPBD atau pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana maupun saat terjadi kejadian alam di lingkungan sekitar.
“Kerja sama dan kesiapsiagaan bersama menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana di Kabupaten Purwakarta,” ucapnya. (yat)



