
SEPI: Situasi di tengah pandemi corona mengharuskan otoritas tinggi Arab Saudi untuk menangguhkan ibadah haji.
KARAWANG, RAKA – Wabah corona benar-benar menyusahkan banyak orang. Setelah para buruh dirumahkan, banyak diantaranya yang diberhentikan. Kemudian merusak kegiatan belajar mengajar, kini virus impor tersebut juga menyebabkan ribuan jamaah haji di Kabupaten Karawang gagal berangkat ke tanah suci.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang H Sopian mengatakan, Menteri Agama Fachrul Razi telah menerbitkan Surat Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada tahun ini. Dengan diterbitkannya surat tersebut, keberangkatan jamaah haji di Karawang secara otomatis juga dibatalkan. “Sesuai amanat undang-undang, selain mampu secara ekonomi, fisik, kesehatan, dan keselamatan. Keamanaan jamaah haji harus dijamin dan diutamakan, sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan juga saat di Arab Saudi,” kata Sopian kepada Radar Karawang saat ditemui di kantornya, Selasa (2/6).
Selain soal keselamatan, kata Sopian, kebijakan tersebut diambil oleh Menteri Agama karena hingga saat ini Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji. Sehingga pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan dalam pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jamaah. Padahal persiapan itu penting agar jamaah dapat menyelenggarakan ibadah secara aman dan nyaman. “Di kita juga di Karawang administrasi seperti paspor sudah siap. Namun belum manasik,” ucapnya.
Sopian menuturkan, pada tahun ini tercatat ada 2.176 jamaah yang seharusnya melaksanakan ibadah haji. Dengan adanya pembatalan, dia berharap kepada semua calon jamaah di Karawang agar bisa menerima dengan ikhlas demi keselamatan, kemaslahatan dan manfaat. “Kita ikuti keputusan pemerintah karena itu terbaik untuk keselamatan jamaah. Semua itu kehendak Allah,” ungkapnya.
Sopian juga menambahkan, sejak pandemi corona, pendaftar haji di Kantor Kemenag Karawang tetap banyak. Namun untuk membatasi banyaknya pendaftar, dia menerapkan aturan dengan hanya menerima lima orang pendaftar dalam sehari. “Peminat untuk haji tetap banyak. Sudah dua bulan ini kita batasi pendaftar hanya lima orang sehari,” ujarnya.
Masih dikatakan dia, dengan pembatalan keberangkatan haji tahun ini, antrean untuk semua calon calon jamaah bertambah satu tahun. Bagi yang daftar tahun ini, akan diberangkatkan pada tahun 2038. “Secara otomatis yang seharusnya tahun depan jadi nunggu tahun depannya lagi,” pungkasnya. (nce)