HEADLINE
Trending

345 Rumah Terendam, 1.326 Jiwa Terdampak

Akibat Luapan Citarum dan Cibeet

radarkarawang.id – Luapan Sungai Citarum dan Cibeet kembali memicu banjir di wilayah Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, pada Minggu (7/12). Sebanyak 345 rumah terendam, 1.326 jiwa terdampak, 452 KK, termasuk 57 balita dan 8 bayi serta beberapa fasilitas umum.

Satgas PP Telukjambe Barat Kaming mengatakan, luapan sungai Citarum dan Cibeet kembali menyebabkan wilayah Desa Karangligar dilanda banjir, Minggu (7/12). Menurutnya, banjir merendam ratusan rumah dan fasilitas umum di beberapa dusun.

“Di Dusun Pengasinan RT 001 RW 001, banjir setinggi 80 sentimeter merendam 42 rumah dan berdampak pada 142 jiwa dari 46 KK, termasuk 4 balita. Fasilitas umum yang terdampak meliputi satu masjid dan satu sekolah,”katanya, Minggu (7/12).

Kemudian Di RT 002 RW 002, air setinggi 150 sentimeter menggenangi 55 rumah dan memengaruhi 225 jiwa dari 75 KK, termasuk 40 balita dan 2 bayi. Satu PAUD dan satu masjid juga terdampak.

“Sementara itu, RT 003 RW 001 terendam hingga 200 sentimeter. Sebanyak 75 rumah terdampak, dengan total 351 jiwa dari 117 KK, termasuk 20 balita dan 3 bayi. Satu masjid turut terendam,”paparnya.

Diteruskannya juga, di RT 004 RW 001, banjir setinggi 60 sentimeter merendam 80 rumah dan memengaruhi 285 jiwa dari 95 KK, termasuk 9 balita dan 2 bayi. Satu sekolah dilaporkan terdampak.

“Banjir juga melanda Dusun Kampek. Di RT 005 RW 002, 63 rumah terdampak dengan total 225 jiwa dari 85 KK, termasuk 12 balita dan 1 bayi, serta satu musala. Ketinggian air mencapai 120 sentimeter,”ujarnya.

Lalu, di RT 007 RW 002, air setinggi 30 sentimeter menggenangi 30 rumah, berdampak pada 98 jiwa dari 34 KK, termasuk 2 balita. “Secara keseluruhan, banjir di Desa Karangligar berdampak pada 345 rumah, 1.326 jiwa, 452 KK, termasuk 57 balita dan 8 bayi,” terangnya.

Untuk sementara, sambungnya, warga mengungsi di dua titik. Sebanyak 150 jiwa, termasuk 20 balita dan 2 bayi, mengungsi di rumah-rumah pinggiran irigasi. Sementara 50 jiwa lainnya, termasuk 15 balita, berada di aula Desa Karangligar. “Total pengungsi mencapai 200 jiwa, terdiri dari 35 balita dan 2 bayi,” tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button