Mahasiswa KKN Unsika Tanam Tanaman Obat Keluarga

KARAWANG,RAKA- Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yang dikenal sebagai apotek hidup, merupakan tanaman yang memiliki khasiat dan manfaat kesehatan alami. Tanaman tersebut sering digunakan secara tradisional dalam pengobatan di berbagai budaya. Karena banyak manfaatnya, penanaman TOGA dijadikan program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unsika di Desa Pasirmukti, Kecamatan Telagasari.
Program penanaman TOGA dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan. Kelompok Kuliah Kerja Nyata Desa Pasirmukti telah melakukan penanaman TOGA di Desa Pasirmukti. Penanaman TOGA dilaksanakan di lahan Posyandu Mawar 1, Kelompok Wanita Tani (KWT) Mukti Rahayu Desa Pasirmukti, lahan perkebunan PKBM Nurul Islam, serta kantor desa baru Desa Pasirmukti.
Proses penanaman TOGA disambut dengan antusiasme warga desa Pasirmukti, bibit yang ditanam di empat tempat tersebut berjumlah 100 bibit dengan 20 jenis bibit TOGA. Penanaman TOGA sangat bermanfaat bagi keluarga yang tidak memiliki akses mudah ke pelayanan medis seperti klinik, puskesmas, maupun rumah sakit.
Penanaman TOGA di lahan posyandu mawar 1 didasari oleh pemanfaatan lahan kosong dan perubahan posyandu menjadi posyandu mandiri. “Alhamdulillah penanaman TOGA di Posyandu Mawar 1 sudah selesai. Kita bertambah satu lagi posyandu mandiri, yaitu di Mawar 1,” kata Kepala Desa Pasirmukti H. Eja Suteja.
Penanaman TOGA di lahan posyandu mawar 1 juga dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK atau TPK dan peserta di posyandu mawar 1 sebagai obat alami ketika sedang mengalami sakit ringan yang dapat menggunakan TOGA sebagai pertolongan pertama. Adapun pemanfaatan penanaman TOGA di lahan PKBM Nurul Islam sebagai media pembelajaran peserta didik mengenai pengetahuan tentang tanaman serta keterampilan dari cara menanam dan tata cara merawat tanaman TOGA. “Ini bisa kita manfaatkan sebagai bahan ajar peserta didik PKBM Nurul Islam, neng. Kalau sudah berbuah bisa kita jual juga, kan lumayan buat anak-anak,” ucap Ombi Romli, ketua PKBM Nurul Islam.
Mahasiswa KKN Unsika Desa Pasirmukti Mayumi Rezkya mengatakan, selain dari penanaman TOGA, mahasiswa KKN Unsika juga membuat sekam bakar guna keberlangsungan penanaman TOGA. Sekam bakar digunakan untuk menggemburkan tanah dan berfungsi untuk memperbaiki tingkat keasaman pada tanah. “Proses penanaman TOGA diakhiri dengan pemasangan plang TOGA di tiga tempat, yaitu di posyandu mawar 1, kebun PKBM Nurul Islam, dan KWT Mukti Rahayu. Plang TOGA berisikan nama tanaman serta manfaat dari tanaman tersebut,” tutupnya. (rls)