Dua Pekan Perbaikan Pipa PDAM Belum Selesai
10 Ribu Pelanggan Kesulitan Air Bersih

PURWAKARTA, RAKA – Ribuan warga yang berlangganan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Purwakarta, sejak dua pekan lalu mengalami krisis pasokan air bersih. Hal itu disebabkan terjadinya kebocoran di sejumlah pipa saluran air yang hingga kini masih dalam proses perbaikan.
Selain hanya mengandalkan pasokan air dari tangki kiriman, warga juga terpaksa antre untuk berburu air bersih di kantor PDAM menggunakan sepeda motor sebagai alat pengangkut galon, bahkan terdapat sebagain warga yang menggunakan mobil pick up maupun mobil pribadi untuk mengangkut air.
Salah seorang warga, Dani Setiawan (36) mengaku sudah dua pekan kesulitan air bersih, lantaran air dari PDAM tak kunjung mengalir. Sementara, sebagian sumur warga juga sudah mulai kering.
“Sudah dari 1 Oktober lalu air PDAM mati, katanya ada kebocoran pipa saluran jadi kita mengambil air langsung di PDAM,” ujarnya, Selasa (15/10).
Dirinya berharap agar distribusi air bersih dari PDAM dapat segera kembali berjalan normal. Sehingga, warga tidak perlu kesusahan dalam mendapatkan air bersih untuk berbagai keperluan.
“Apa-apa susah kalau gak ada air, ini aja kadang beli galon buat keperluan mandi,” ungkap Dani.
Sementara itu, Dirut PDAM Purwakarta, Riana Afriadi mengaku hal tersebut terjadi akibat adanya kebocoran pada pipa utama instalasi pengolahan air atau IPA wilayah Sadang. Dari kebocoran mengakibatkan saluran air ke pelanggan di wilayah Kecamatan Purwakarta dan Kecamatan Babakancikao terganggu. Kebocoran bahkan terjadi di delapan titik, hingga mengganggu pasokan air PDAM.
“Sebanyak 8 hingga 10 ribu pelanggan di wilayah kecamatan purwakarta dan sebagian wilayah kecamatan babakancikao, menjadi terganggu, kami mohon maaf,” ujar Riana.
Riana mengaku telah mengerahkan sebanyak 10 armada tangki air, untuk melakukan droping air kepada pelanggan terdampak. Hal itu merupakan langkah sementara untuk memenuhi kebutuhan air warga.
“Sebanyak 3 juta 111 liter air telah digelontorkan melalui droping menggunakan truk tangki dan warga dipersilahkan untuk mengambil air langsung di kantor PDAM, jika masih kekurangan,” pungkasnya.(yat)