
KARAWANG, RAKA- Jam kerja Aparatur Sipil Negeri (ASN) selama Ramadan berkurang dari pada biasanya. Bagi ASN yang masih telat datang dan pulang cepat akan diberikan sanksi berupa pemotongan TPP (penghasilan tambahan pegawai), namun jika tidak masuk dalam 7 hari berturut-turut akan diberikan sanksi berat sampai pemberhentian.
Plt. Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gery S. Samrodi mengatakan, jam kerja ASN selama bulan Ramadan berkurang dari pada harinya biasanya. Biasanya ASN masuk kerja jam 07.45 WIB hingga 15.45 WIB, namun pada bulan Ramadan jam masuk menjadi pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.
“Jadi kita sekarang sedang melakukan perubahan pengaturan sistem absensi masuk dan pulang kerja bagi seluruh ASN di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karawang,” katanya kepada Radar Karawang, Kamis (27/2).
Dijelaskannya, di hari biasanya masih banyak ditemukan ASN yang datang telah dan pulang cepat, maka tidak menutup kemungkinan pada bulan Ramadan juga akan banyak ASN yang datang telat dan pulang cepat.
Baca Juga : Beragam Menu Nusantara di Kampung Takjil Ramadan
“Mau biasanya atau bulan Ramadan biaya banyak aja yang datang telah dan pulang cepat. Bagi yang datang telat dan pulang cepat maka akan diberikan sanksi berupa pemotongan TPP ( penghasilan tambahan pegawai), namum apabila ada yang tidak masuk dalam 7 hari berturut-turut maka sanksi berat sampai pemberhentian,”jelasnya.
Menurutnya juga, adapun sistem absensi ASN saat ini, ASN dapat melakukan absensi dengan menggunakan handphone.
Disampaikannya, ada ASN yang harus melakukan absensi di kantor tempatnya bekerja, namun ada juga ASN yang melakukan absensi tidak harus di kantornya.
“Kalau ASN yang kerja di kantor seperti staf itu harus absensi di kantor tempatnya bekerja, tapi beberapa ASN lainnya seperti Camat, Satpol PP karena sering banyak kegiatan di luar kantor maka absensi kota buku agar bisa melakukan absensi di luar,” tutupnya. (zal)