HEADLINE
Trending

Tanggul Irigasi Dusun Pasar Jebol

Petani Swadaya Perbaiki Pintu Air

radarkarawang.id – Turap tanggul irigasi Tarum Barat, Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta, jebol. Akibatnya air meluap hingga sawah di kawasan Dusun Pasar tergenang.

‎Jebolnya tanggul Tarum Barat itu membuat hasil panen padi di sana mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Petani Dusun Pasar, Sa’i mengatakan musim panen akhir tahun ini, hampir 100 hektare sawah tergenang air.

Sehingga menurunkan hasil panen, dimana rendemen gabah panen petani turun dibawah 60%. Ketika rendemen turun, maka harga beli gabah panen petani pun menurun, namun harganya masih diatas HPP Pemerintah.

‎“Harga gabah kemarin antara Rp.6500-Rp.6800 perkilo, tapi biaya pengangkutan menjadi
‎mahal” katanya, Selasa (16/12).

‎Sa’i menyebut pengangkutan ini adalah ongkos jasa membawa karung gabah dari sawah ke pinggir jalan. Dimana ongkosnya mulai dari Rp.10.000- Rp.20.000 per karung. Kata Sa’i, mahalnya biaya pengangkutan ini disebabkan jalan yang dilalui untuk mengangkut gabah hasil panen hancur karena terendam air.
‎”Sehingga mempersulit dan menambah tenaga bagi yang mengangkut,” imbuhnya.

‎Sementara itu, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tani Mukti, Udin mengatakan terendamnya sawah ini disebabkan oleh Irigasi Tarum Utara Barat meluap, serta pintu air di Dusun Pasar jebol karena tergerus air irigasi. “Pintu air sudah ditutup sebelum panen juga, cuman air irigasinya meluap jadi hancur turapnya” katanya.

‎Atas kejadian itu, Udin serta anggotanya melakukan musyawarah untuk mencari solusi agar hasil panen terus bertambah, dan mempermudah pengangkutan padi hasil panen. Alhasil, mereka bergotong royong memperbaiki tanggul irigasi yang jebol dengan menggunakan beton.

‎”Pengecoran beton ini untuk mensiasati agar turap tidak kembali jebol dan tetap kokoh walaupun irigasi meluap kembali,” imbuhnya.

‎Pengecoran itu dilakukan pada sisi dalam turap yang jebol dengan kedalaman 60 cm, lebar 20-100 cm dan panjang mencapai 5 meter. Udin menjelaskan bahwa pengecoran ini menggunakan material bekas seperti puing bangunan, hal itu dilakukan karena hemat biaya dan kualitas tetap tangguh.

‎Menurut Udin, pintu air yang jebol ini sebetulnya sudah tidak berfungsi, tapi para petani membuat pintu air darurat ini pada tahun 2022.

‎”Dan 2025 ini kita perbaiki turapnya, karena petani butuh mengontrol air jadi mau tidak mau Petani sendiri yang perbaiki,” pungkasnya. (mra)


Related Articles

Back to top button