
PURWAKARTA, RAKA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta mulai serius mendorong penguatan sektor hortikultura sebagai penopang baru perekonomian daerah.
Selama ini, pasar lokal masih bergantung pada pasokan dari luar wilayah, terutama untuk komoditas melon dan buah hortikultura lainnya, padahal potensi lahan dan sumber daya petani di Purwakarta dinilai sangat memadai.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menilai kondisi tersebut sebagai peluang besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebut, sebagian besar kebutuhan melon di Pasar Induk Purwakarta masih didatangkan dari daerah lain, sehingga ruang bagi produk lokal masih terbuka lebar.
“Sekitar 80 persen melon di Pasar Induk Purwakarta masih berasal dari luar daerah. Ini menunjukkan peluang yang besar bagi petani lokal untuk mengisi pasar sendiri,” ujar Binzein usai melakukan panen melon di lahan Kompi Produksi Kodim 0619/Purwakarta, Selasa (16/12).
Menurutnya, melon hanyalah satu dari sekian banyak komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pasar daerah juga membutuhkan semangka, cabai rawit, cabai merah, hingga berbagai produk turunannya.
“Karena itu, pemerintah daerah mendorong masyarakat desa untuk lebih aktif mengelola lahan pertanian sebagai sumber penguatan ekonomi lokal,” ungkapnya.
Secara tidak langsung, Binzein menekankan bahwa pertanian hortikultura bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi. Ia menyebut desa sebagai fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah hingga nasional.
Upaya tersebut mulai terlihat melalui penanaman melon yang dilakukan secara serentak di berbagai wilayah, melibatkan kepala desa dan masyarakat. Varietas yang dikembangkan pun beragam, mulai dari melon pasar umum, melon premium, hingga sistem budidaya modern di greenhouse maupun lahan terbuka.
Dukungan terhadap pengembangan hortikultura juga datang dari unsur TNI. Komandan Kodim 0619/Purwakarta Letkol Inf Ardha Cairova Pari Putra menyampaikan bahwa lahan Kompi Produksi Kodim dimanfaatkan sebagai contoh pengelolaan pertanian produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Ia menjelaskan, kolaborasi antara Kodim dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta bertujuan membuka ruang pembelajaran bagi masyarakat sekaligus menciptakan manfaat ekonomi nyata.
“Lahan ini kami jadikan etalase. Harapannya bisa memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan ekonomi daerah,” katanya.
Dandim menambahkan, pengembangan hortikultura di lahan tersebut masih berada pada tahap awal. Ke depan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi, memperluas jaringan pemasaran, serta mengembangkan komoditas lain yang memiliki prospek menjanjikan. (yat)



