
KARAWANG, RAKA– Hajat bumi dan babarit adalah warisan budaya yang dilakukan oleh masyarakat sunda. Hajat bumi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan untuk memohon keselamatan dari segala marabahaya.
Di beberpa desa Kabupaten Karawang, hajat bumi atau babarit ini menjadi agenda rutin tahunan. Misalnya, di Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta. Tahun ini, ratusan petani Kampungsawah yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan Mekarjaya merayakan syukuran hasil panen melalui acara tradisi adat sunda atau yang dikenal dengan istilah babarit.
Mereka melaksanakan acara ritual babarit tersebut di pinggir saluran irigasi di tengah-tengah areal persawahan npada awal Agustus kemarin. Pada acara itu, turut dihidangkan makanan khas tradisi babarit yaitu nasi tumpeng besarta lauk pauknya. Selain petani, acara tradisi itu juga dihadiri oleh aparat desa beserta pejabat unit pertanian setempat.
Kepala Desa Kampungsawah Dede Sunarya mengatakan, babarit merupakan budaya masyarakat sunda yang sudah jarang diselenggarakan. Babarit sendiri merupakan rasa syukur dan memohon keberkahan dari Tuhan yang diselenggarakan satu tahun sekali oleh para petani.
Rasa syukur atas kelimpahan rezeki pada tahun kemarin dengan simbolis berbagai makanan yang tersedia seperti tumpeng dan lainnya. Dan memohon keberkahan untuk tahun depan dengan berdoa dan melantunkan ayat suci al quran.
“Alhamdulilah antusiasme petani terus meningkat baik lewat shadaqahnya berupa beras, ayam maupun hadir dalam kegiatan,” katanya beberapa waktu lalu.
Ketua Gapoktan Mekarjaya Arip Munawar menyebut babarit di Desa Kampungsawah baru dilaksanakan lagi pada tahun 2024 setelah terjadinya gagal panen selama 3 musim berturut-turut yang diakibatkan kekeringan serta hama penggerek batang.
Pada puncak serangan hama penggerek batang pada tahun 2023 musim tanam kedua, petani Desa Kampungsawah banyak yang gagal panen dan rata-rata panen turun lebih dari 25%.
“Siklus penggerek batang padi atau sundep memang belum bisa kita tangani secara maksimal, tapi dengan pola tanam serempak dapat mengurangi serangan” kata Arip.(mra)



