Siapa Penyerang Markas Ojol saat Demo Buruh di Purwakarta, Begini Kronologinya

PURWAKARTA, RAKA – Sejumlah kelompokmenyerang markas pengemudi ojek online (Ojol) di Purwakarta saat aksi buruh berlangsung. Tak terima ratusan pengemudi ojol mendatangi Mapolres Purwakarta, Senin (22/12) sore. Kedatangan mereka bertujuan melaporkan dugaan tindak kekerasan yang menimpa salah satu driver ojol saat melintas di tengah aksi unjuk rasa buruh.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Veteran, Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta. Wakil Ketua Gabungan Aliansi Ojol Purwakarta (GAOP), Thomas Sopacua, menjelaskan insiden bermula ketika seorang driver menerima pesanan dan berusaha melintas kerumunan massa aksi.
Baca Juga: Sawah Terancam Kekeringan Gegara Irigasi Tirtajaya Dangkal
“Rekan kami sudah mencoba meminta jalan secara baik-baik, namun justru mendapat intimidasi secara verbal hingga tindakan kekerasan dari oknum buruh,” kata Thomas di Mapolres Purwakarta, Senin (22/12).
Menurutnya, situasi sempat memanas setelah adanya dugaan penyerangan ke Sekretariat GAOP yang berada di Jalan Sudirman, Kelurahan Nagri Tengah.
Penyerangan tersebut diduga dilakukan oleh oknum yang terpisah dari massa aksi utama yang bergerak menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
“Setelah kejadian di Jalan Veteran, ada oknum yang menyerang sekretariat GAOP. Karena itu kami memutuskan untuk melapor secara resmi ke Polres Purwakarta,” ujarnya.
Tonton Juga: Rumah Wawan Tak Layak Huni
Thomas menegaskan, kehadiran ratusan driver ojol di Polres Purwakarta merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama rekan seprofesi. Mereka meminta aparat kepolisian segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami berharap Polres Purwakarta memberikan kejelasan dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku, agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan terjadinya benturan antar kelompok pekerja, mengingat baik buruh maupun pengemudi ojol sama-sama berjuang demi penghidupan keluarga.
“Seharusnya kita bisa saling menghormati. Buruh sedang menyuarakan aspirasi, sementara ojol berusaha mencari nafkah. Semua punya tujuan yang sama,” pungkas Thomas. (yat)



