
Radarkarawang.id- Proses pemungutan suara telah usai, inilah para pemenang kepala desa (Pilkades) digital serentak di sembilan desa di Kabupaten Karawang.
Masyarakat pemegang suara antusias datang ke tempat pemungutan suara (TPS), Minggu (28/12), untuk memilih calon pemimpin di desa mereka masing-masing.
Meski digital, namun warga tetap datang ke TPS. Bedanya, pemilih yang biasanya memilih menggunakan kertas, kini cukup menekan layar tablet.
Kemudian, tidak ada proses rekapitulasi manual. Setelah pemungutan suara selesai, panitia mengumpulkan tablet di masing-masing TPS kemudian hasilnya sudah terlihat.
Berdasarkan data dari berbagai sumber, Amah Mariyamah terpilih sebagai Kepala Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat dengan raihan 2.275 suara.
Amas Subhan, Desa Payungsari, Kecamatan Pedes dengan raihan 2.612 suara; Helen Aini Syifa, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya dengan 980 suara.
Edi Suparjono, Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek dengan 1.188; Casmita, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisari dengan raihan 1.190 suara; Wadma, Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta dengan 1.980 suara.
Jumadi, Desa Sarimulya Kotabaru dengan raihan 2.792; Umar, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru dengan 3.256 suara ungguli empat calon lainya.
Terakhir yang menjadi pemenang yaitu Nurki, kepala desa terpilih Desa Cadaskertajaya, Kecamatan Telagasari dengan raihan 1.269 suara dari dua calon.
Baca juga: Kejaksaan Didesak Audit Dana Desa
Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi mengatakan, proses Pilkades digital di Kabupaten Karawang relatif lancer tidak mengalami kendala.
Perangkat e-voting, lanjutnya, memiliki ukuran layar 10 inci dan tidak menjadi kendala berarti karena sistem tersebut masih tergolong baru.
“Ke depan kami akan mendorong perbaikan, minimal menggunakan layar 12 inci agar lebih nyaman bagi pemilih,” ujar Mochamad Ade Afriandi.
Ade menambahkan, hingga siang pihaknya tidak menerima laporan kendala teknis terkait aplikasi e-voting dan seluruh proses pemungutan suara berjalan lancar.
Evaluasi lainnya berkaitan dengan pelayanan bagi pemilih lansia dan penyandang disabilitas. “Meski aturan mengharuskan pemilih datang ke TPS,” kata Ade.
“KPPS telah melakukan berbagai langkah, seperti menyediakan kursi roda, petugas pendamping, serta menghadirkan TPS ramah disabilitas di beberapa desa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Desa Cikampek Utara Mamo Darmo mengatakan, kendala kecil sempat terjadi saat proses pembagian Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Pembagian DPT dalam jangka waktu tiga hari, namun dapat diselesaikan berkat antusiasme petugas KPPS yang tetap membagikan hingga malam hari.
“Alhamdulillah, pembagian DPT berjalan lancar. Dari total 15.157 pemilih, tingkat partisipasi sudah mencapai 72 persen sampai siang ini,” kata Mamo.
Menurutnya, penerapan Pilkades digital merupakan pengalaman baru bagi masyarakat, terutama pemilih lanjut usia. Namun, KPPS memberikan pendampingan dan bimbingan kepada lansia agar tetap dapat menggunakan hak pilihnya.
“Lansia memang sekitar 20 persen dan sebagian membutuhkan bantuan. Tapi ada juga yang bisa memilih sendiri. Secara umum berjalan baik,”ujarnya.
Mamo menilai sistem e-voting lebih efektif dibandingkan sistem konvensional karena lebih aman dan menjaga kerahasiaan suara.
“Kalau sistem digital ini satu barcode untuk satu orang dan tidak bisa diulang. Jadi lebih aman dan transparan. Selama pelaksanaan tidak ada kendala berarti,”tutupnya. (zal)



