
radarkarawang.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Telukjambe Barat sejak Minggu (28/12) sore hingga malam hari menyebabkan banjir Desa Karangligar terendam banjir lagi. Dusun Pangasinan dan Dusun Kampek, menjadi daerah yang paling parah terdampak.
Satgas Penanggulangan Bencana (PB) Telukjambe Barat Kaming mengatakan, bahwa genangan air mulai kembali masuk ke permukiman warga sejak dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Sedikitnya lima RT di Dusun Pangasinan terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi.
”Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Babinsa TNI AD, Bhabinkamtibmas, Muspika, serta aparat Desa Karangligar terus melakukan pemantauan dan menghimbau warga agar segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disiapkan, seiring dengan terus meningkatnya ketinggian air,” katanya, Senin (29/12).
Diteruskannya juga, di Dusun Pangasinan RT 001 RW 001, banjir merendam 10 rumah dengan total 45 jiwa dari 15 kepala keluarga. Terdapat tiga balita dan tidak ada bayi terdampak. Fasilitas umum yang terdampak antara lain Masjid Jami Al Hikmah Azzahra dan SDN Karangligar I, dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter.
”Sementara itu, di RT 002 RW 001, banjir berdampak pada 55 rumah yang dihuni 225 jiwa dari 75 kepala keluarga. Tercatat 10 bayi dan dua balita terdampak. Fasilitas umum PAUD Nusa Indah ikut terendam dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter,” paparnya.
Di RT 003 RW 001, katanya, sebanyak 75 rumah terdampak dengan total 351 jiwa dari 117 kepala keluarga. Terdapat 20 bayi dan tiga balita. Sebuah musala turut terendam dengan ketinggian air mencapai 110 sentimeter.
“Banjir juga melanda RT 004 RW 001 Dusun Pangasinan, yang merendam 14 rumah dengan 46 jiwa dari 17 kepala keluarga. Terdapat empat bayi dan satu balita terdampak, dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter,” ujarnya.
Selain Dusun Pangasinan, sambungnya, banjir juga merendam Dusun Kampek RT 005 RW 002. Sebanyak 34 rumah terdampak dengan total 123 jiwa dari 46 kepala keluarga. Tercatat 13 bayi terdampak dan tidak ada balita. Sebuah musala ikut terendam dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.
“Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pemantauan dan koordinasi di lapangan guna memastikan keselamatan warga serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan apabila kondisi air terus meningkat,” tutupnya. (zal)



