
PURWAKARTA , RAKA – Lonjakan wisatawan yang datang secara bersamaan ke destinasi wisata Paranggombong, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, memicu kemacetan total pada Kamis (1/1).
Ribuan kendaraan memadati akses jalan di kawasan barat Waduk Jatiluhur hingga membuat lalu lintas lumpuh selama lebih dari satu jam.
Jumlah pengunjung yang datang pada hari pertama tahun 2026 ini disebut jauh melampaui hari-hari libur sebelumnya. Kendaraan roda dua dan roda empat tumpah ruah di sepanjang jalan menuju Paranggombong, bahkan nyaris tidak ada ruang untuk bergerak. Kondisi tersebut pun cepat menyebar di media sosial dan menuai perhatian warganet.
Camat Sukasari, Nono Juhana, mengatakan bahwa membludaknya wisatawan menjadi penyebab utama kemacetan panjang yang terjadi.
“Pengunjung datang dalam jumlah yang sangat besar. Bukan ratusan, tapi sudah ribuan kendaraan masuk ke Sukasari dalam waktu bersamaan,” ujarnya, Kamis (1/1).
Ia menjelaskan, mayoritas wisatawan berasal dari Karawang, Bekasi, dan Jakarta. Mereka memilih jalur alternatif Loji-Karawang untuk menuju Paranggombong.
Pada saat yang sama, arus kendaraan dari arah Purwakarta melalui Jalan Lingkar Barat Jatiluhur juga meningkat tajam, sehingga beban jalan tidak lagi mampu menampung volume kendaraan.
Menurut Nono, kawasan wisata dan pemerintah desa sebenarnya telah menyiapkan area parkir yang cukup luas. Lahan parkir tersedia di area wisata Paranggombong, depan Kantor Desa Kutamanah, hingga di sepanjang rumah makan di bibir Waduk Jatiluhur.
Namun, tingginya animo masyarakat berwisata membuat seluruh area parkir penuh dalam waktu singkat.
“Kondisi ini benar-benar di luar perhitungan kami. Selama libur Natal, pengunjung ramai, tapi masih terkendali. Hari ini lonjakannya sangat ekstrem,” katanya.
Akibat membludaknya wisatawan, kemacetan diperkirakan membentang dari Kampung Ciputat hingga Kiara Bandung, Desa Kutamanah. Nono menyebut kejadian ini sebagai kemacetan terpanjang dan pertama kalinya terjadi di Sukasari.
Tingginya kunjungan wisatawan ke Paranggombong tak lepas dari kondisi akses jalan yang kini mulus setelah perbaikan hotmix rampung pada Oktober 2025 lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan wisata di barat Waduk Jatiluhur tersebut menjadi viral di media sosial, sehingga menarik minat masyarakat dari berbagai daerah.
Di balik kemacetan, lonjakan pengunjung membawa dampak positif bagi warga sekitar. Aktivitas UMKM, terutama warung lesehan, mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan.
“Ini menjadi momentum awal yang baik bagi ekonomi masyarakat Sukasari. Perputaran ekonomi sangat terasa,” ujar Nono.
Meski demikian, pihak kecamatan mengimbau para wisatawan untuk tetap bersabar dan menjaga keselamatan selama perjalanan.
“Kami berharap para pengunjung dapat menikmati wisata dengan tertib dan kembali ke rumah masing-masing dengan selamat,” tutupnya.(yat)



