
PURWAKARTA, RAKA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta memastikan penyaluran bantuan bagi warga terdampak hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Campaka dilakukan secara proporsional.
Penanganan difokuskan pada tingkat kerusakan bangunan serta kondisi sosial ekonomi warga terdampak.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menerapkan prinsip keadilan dalam penyaluran bantuan. Menurutnya, warga yang mengalami kerusakan parah dan tergolong kurang mampu akan menjadi prioritas utama.
“Bantuan itu kita sesuaikan. Warga yang mampu tetap kita bantu, tapi tidak penuh. Sementara warga yang tidak mampu dan rumahnya rusak berat, kita tangani secara menyeluruh, bahkan sampai dibangunkan kembali rumahnya,” ujar Om Zein saat meninjau lokasi terdampak di Desa Cisaat, Kamis (1/1).
Dalam peninjauan tersebut, Om Zein mengungkapkan bahwa kondisi paling memprihatinkan justru ditemukan di Desa Cimahi. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, mulai dari atap yang beterbangan hingga rangka bangunan yang rusak parah.
Ia juga menyoroti adanya warga dengan kondisi kesehatan khusus yang ikut terdampak. Salah satunya adalah warga penderita stroke yang rumahnya rusak akibat angin kencang.
“Di Cimahi saya lihat langsung, ada warga yang sedang sakit stroke. Kita tidak hanya memperbaiki rumahnya, tapi juga membantu pengobatannya. Tempat tidurnya sudah tidak layak, sekarang kita belikan kasur yang baru,” katanya.
Berdasarkan data sementara pemerintah daerah, sebanyak 29 bangunan terdampak dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 22 bangunan berada di Desa Cisaat, sementara tujuh lainnya berada di Desa Cimahi.
Seperti diketahui, hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Campaka pada Rabu (31/12) sekitar pukul 16.00 WIB. Angin datang secara mendadak disertai suara gemuruh yang memicu kepanikan warga.
Ketua RT 12/RW 04 Desa Cisaat, Nersi, menjelaskan bahwa angin kencang itu diduga merupakan angin puting beliung. Ia menuturkan, awalnya warga mendengar suara angin yang sangat kuat sebelum melihat rumah-rumah mulai rusak.
“Waktu itu terdengar suara gemuruh. Warga langsung ramai karena ada rumah yang kena puting beliung. Setelah dicek, ternyata banyak yang roboh, ada yang rusak ringan dan ada juga yang rusak berat,” kata Nersi.
Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah yang terangkat dan ambruk. Selain itu, angin juga merusak kandang ternak sapi, penggilingan padi, serta menumbangkan sejumlah pohon di sekitar permukiman warga. Meski kerusakan cukup signifikan, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Hingga Kamis (1/1) pagi, warga masih melakukan perbaikan secara mandiri sembari menunggu penanganan lanjutan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menegaskan proses pendataan dan distribusi bantuan akan terus berlanjut agar seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang tepat dan merata. (yat)



