
PURWAKARTA, RAKA – Saat langit malam dihiasi kembang api dan warga larut dalam perayaan pergantian Tahun Baru 2026, aktivitas berbeda justru berlangsung di sejumlah ruas jalan Kota Purwakarta.
Puluhan petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta mulai bergerak, memastikan kota tetap bersih saat pagi tahun baru tiba.
Sejak malam, petugas kebersihan tampak menyisir jalan-jalan utama dengan sapu, pengki, dan kantong plastik. Jalan Veteran, Kelurahan Nagri Kaler, menjadi salah satu titik yang mulai dibersihkan sejak pukul 21.00 WIB, Rabu (31/12).
Mulyadi (42), salah satu petugas kebersihan, mengaku sudah terbiasa bekerja di tengah suasana pergantian tahun. Ia menyebut rutinitas tersebut telah dijalaninya selama lebih dari dua dekade.
“Sudah biasa. Hampir tiap Tahun Baru saya kerja. Alhamdulillah senang, sudah jadi tanggung jawab,” kata Mulyadi di sela-sela pekerjaannya.
Menurutnya, tugas membersihkan kota di malam Tahun Baru merupakan bentuk pengabdian. Meski demikian, ada kalanya keinginan keluarga untuk merayakan bersama harus ia kesampingkan.
“Kadang istri sama anak ingin ikut jalan-jalan, tapi namanya tugas, harus dijalani,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Ano (49), petugas kebersihan yang telah bergabung sejak 2010. Ia menilai malam pergantian tahun memiliki cerita tersendiri, antara lelah dan kepuasan batin.
“Capek pasti ada, tapi senang juga. Kita jalani karena memang cinta dengan pekerjaan ini,” tutur Ano.
Ia menjelaskan, biasanya mulai bertugas sejak malam hingga dini hari. Setelah memastikan area kota bersih, ia baru kembali ke rumah menjelang subuh.
“Biasanya selesai sekitar jam dua pagi, baru pulang,” katanya.
Meski jarang merayakan malam Tahun Baru bersama keluarga, Ano bersyukur mendapat dukungan penuh dari rumah. Ia juga menceritakan, selama bekerja sering menemukan barang-barang yang tercecer di jalan, mulai dari uang hingga perhiasan kecil.
“Kadang ada uang, kadang emas kecil. Itu nanti dikumpulkan dan diserahkan ke kantor,” ucapnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, selain petugas yang menyapu, satu unit mobil pikap mengikuti dari belakang untuk menampung sampah. Di atas kendaraan tersebut, petugas lain bersiaga memilah sampah yang dikumpulkan.
Sejumlah pedagang di sekitar lokasi juga tampak memberikan dukungan berupa makanan dan minuman kepada para petugas kebersihan.
Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan DLH Purwakarta, Anggoro, menyampaikan bahwa pihaknya menurunkan sekitar 100 personel khusus pada malam pergantian tahun 2025/2026. Personel tersebut disebar di empat titik utama jalur perkotaan.
“Fokus utama kami di kawasan Situ Buleud karena ada pertunjukan air mancur yang menarik banyak pengunjung,” kata Anggoro.
Ia memperkirakan volume sampah yang terkumpul mencapai sekitar 15 meter kubik atau hampir satu ton. Sampah didominasi oleh plastik bekas kemasan makanan dan minuman.
“Sampah baru kami angkut ke TPA pada pagi hari, karena tidak diperbolehkan membuang sampah di tengah malam,” ujarnya.
Anggoro menambahkan, tantangan utama di lapangan adalah faktor cuaca serta aktivitas pedagang yang masih berlangsung hingga larut malam. Menurutnya, kawasan kota harus sudah bersih dan steril dari sampah pada pagi hari.
“Target kami jam tujuh pagi Purwakarta sudah bersih. Makanya kami juga koordinasi dengan Satpol PP terkait aktivitas pedagang,” katanya.
Di balik kemeriahan perayaan Tahun Baru, kerja para petugas kebersihan kerap tak terlihat. Namun, berkat dedikasi mereka, wajah Kota Purwakarta tetap bersih dan tertata menyambut hari pertama di tahun yang baru. (yat)



