
PURWAKARTA, RAKA – Misteri kasus pembunuhan yang menggegerkan warga Kecamatan Kiarapedes akhirnya terungkap. Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta berhasil mengungkap pelaku pembunuhan seorang pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di wilayah Dusun III, Desa Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.
Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu malam, 10 Januari 2026, sekitar pukul 20.30 WIB. Korban diketahui bernama Sumarna (55), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Purwakarta. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bacok di bagian kepala dan wajah.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya tindak kekerasan di lokasi kejadian. Polisi kemudian bergerak cepat dengan mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan pengamanan, serta olah TKP bersama tim Inafis.
“Dari hasil olah TKP, kami menemukan sejumlah barang bukti berupa satu bilah golok bergagang kayu serta terpal yang digunakan untuk menutupi tubuh korban,” ujar AKP Uyun, Senin (12/1).
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka bacok di kepala sebelah kiri, luka robek di bagian pipi kiri dan kanan, serta lebam pada mata kiri. Berdasarkan keterangan saksi dan rangkaian penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan seorang pria berinisial JSJ (45), warga Desa Kiarapedes, yang diduga kuat sebagai pelaku.
Menurut AKP Uyun, pelaku diamankan di rumahnya tanpa perlawanan. Saat penangkapan, petugas menemukan bercak darah di tangan dan kaki terduga pelaku yang semakin menguatkan dugaan keterlibatannya.
“Peristiwa ini berawal ketika korban mendatangi rumah pelaku untuk menagih sisa utang. Terjadi adu mulut yang berujung perkelahian hingga korban meninggal dunia akibat luka bacok,” jelasnya.
Saat ini, pelaku telah ditahan di Polres Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih melengkapi alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta mendalami motif secara menyeluruh. Pelaku dijerat Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Pengungkapan ini sekaligus menjawab keresahan warga yang sebelumnya digemparkan oleh penemuan jasad korban di depan bangunan bekas kandang ayam di ujung kampung, jauh dari permukiman penduduk. Saat itu, korban ditemukan tertutup terpal, dengan kondisi tubuh penuh luka, sehingga memicu dugaan kuat adanya tindak pembunuhan.
Warga setempat sempat mendengar suara keributan dan teriakan minta tolong ketika aliran listrik padam di wilayah tersebut. Salah seorang warga, Agus, mengaku suasana kampung saat itu terasa mencekam.
“Sempat ada suara ribut-ribut pas listrik mati. Tidak lama kemudian ramai kabar ada pembunuhan dan langsung dilaporkan ke aparat,” ujarnya.
Dengan terungkapnya kasus ini, polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor apabila mengetahui informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. (yat)



