
KARAWANG, RAKA – Posko pengungsian banjir yang dibangun di halaman Kantor Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, ikut terendam banjir pada Senin malam (19/1).
Kondisi tersebut memaksa warga terdampak banjir untuk beristirahat sementara di emperan bangunan dan sepanjang tanggul irigasi di sekitar desa.
Salah seorang warga Desa Karangligar, Amin (29), mengatakan banjir di wilayahnya sudah terjadi sejak Sabtu (17/1). Sejak awal, warga terdampak telah mengungsi di posko pengungsian yang disiapkan di halaman kantor desa. Namun, seiring meningkatnya debit air, banjir kembali meluas hingga merendam lokasi posko.
“Awalnya kami mengungsi di posko di kantor desa. Tapi Senin malam air semakin tinggi dan posko juga ikut terendam, jadi sekarang banyak warga yang terpaksa istirahat di emperan bangunan di sekitar irigasi,” katanya, Senin (19/1).
Ia mengungkapkan, kondisi tersebut sangat tidak nyaman bagi para pengungsi. Selain dingin, banyak warga yang kesulitan beristirahat karena harus tidur di tempat terbuka dengan alas seadanya.
Sejumlah warga terlihat tidur beralaskan tikar dan matras tipis di bangunan semi permanen, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di teras warung atau bangunan kosong.
Amin menambahkan, hingga saat ini bantuan yang diterima warga sebagian besar berupa makanan. Bantuan tersebut berasal dari Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialihkan untuk warga terdampak banjir, lantaran kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara akibat sekolah terendam banjir.
“Bantuannya sejauh ini baru makanan saja. Itu pun dari MBG karena anak-anak sekolah tidak masuk akibat sekolah kebanjiran,” ujarnya.


Menurut Amin, banjir yang melanda Desa Karangligar bukanlah kejadian baru. Setiap tahun, warga harus menghadapi kondisi serupa tanpa adanya solusi permanen. Meski saat ini sedang dilakukan pembangunan bendungan, warga berharap proyek tersebut benar-benar mampu menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di wilayah mereka.
“Banjir ini sudah bertahun-tahun terjadi. Sekarang memang sedang ada pembangunan bendungan, mudah-mudahan bisa jadi solusi agar ke depan desa kami tidak lagi kebanjiran,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karawang H. Maslani membenarkan bahwa posko pengungsian di halaman Kantor Desa Karangligar ikut terendam banjir. Ia memastikan pemerintah daerah akan segera memindahkan lokasi posko pengungsian ke tempat yang lebih aman.
“Posko pengungsian akan kita pindahkan agar tetap aman dan warga bisa beristirahat dengan lebih layak,” singkatnya. (zal)



