
KARAWANG, RAKA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat hingga Selasa, 20 Januari 2026, pukul 17.00 WIB, banjir masih belum sepenuhnya surut di sejumlah wilayah. 20 desa masih terendam banjir yang tersebar di tujuh kecamatan.
Kepala BPBD Karawang, Usep Supriyatna, mengatakan terdapat tujuh kecamatan dan 20 desa yang masih terdampak banjir dengan ketinggian muka air (TMA) bervariasi.
Usep menjelaskan, wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Batujaya, Rengasdengklok, Pakisjaya, Karawang Barat, dan Tirtajaya.
Dari pendataan sementara, total rumah terdampak mencapai 5.650 unit, dengan 7.158 kepala keluarga (KK) dan 21.239 jiwa terdampak, termasuk 126 balita dan 67 lansia.
“Di Kecamatan Telukjambe Barat, banjir masih menggenangi Desa Karangligar dengan TMA berkisar antara 50 hingga 250 sentimeter. Sebanyak 667 rumah terdampak dengan 854 KK dan 2.562 jiwa,” katanya, Rabu (21/1).
Menurutnya, di Kecamatan Telukjambe Timur, Desa Sukamakmur terendam banjir dengan TMA 20 hingga 250 sentimeter, berdampak pada 130 rumah, 181 KK, dan 744 jiwa.
Diteruskannya juga, wilayah dengan dampak terbesar berada di Kecamatan Batujaya. Di kecamatan ini, banjir melanda tujuh desa, di antaranya Desa Segaran, Batujaya, Telukbango, Karyamakmur, Telukambulu, Baturaden, dan Karyabakti.
“Total rumah terdampak di Kecamatan Batujaya mencapai 3.584 unit dengan 4.557 KK dan 12.845 jiwa terdampak, dengan ketinggian air antara 10 hingga 120 sentimeter,” paparnya.
Kemudian di Kecamatan Rengasdengklok, banjir masih terjadi di Desa Kalangsari, Dewisari, Kertasari, dan Dengklok Utara. Total terdapat 214 rumah terdampak dengan 252 KK dan 762 jiwa, dengan TMA rata-rata 20 hingga 50 sentimeter.
”Sementara itu, Kecamatan Pakisjaya mencatat dua desa terdampak, yakni Desa Telukbuyung dan Telukjaya, dengan total 811 rumah terdampak, 986 KK, dan 2.973 jiwa. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter,”paparnya.
Lalu, di Kecamatan Karawang Barat, banjir masih menggenangi Kelurahan Tanjungpura dengan TMA antara 10 hingga 100 sentimeter, berdampak pada 40 rumah, 53 KK, dan 443 jiwa. Sedangkan di Kecamatan Tirtajaya, banjir terjadi di Desa Kutamakmur, Srijaya, Srikamulyan, dan Tambaksumur, dengan total 964 rumah terdampak, 1.200 KK, dan 3.676 jiwa.
Usep Supriyatna menambahkan, seluruh bantuan logistik ke desa-desa terdampak telah dikirimkan. Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga melakukan langkah mitigasi dan penanganan pascabencana sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing perangkat daerah.
“Penanganan bencana ini mengacu pada Surat Keputusan Bupati Karawang Nomor 100.3.3.2/Kep539-Huk/2025 tentang Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana atau Jitupasna, sehingga upaya pemulihan dapat dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” tutupnya. (zal)



