Pendapatan Desa Ciramahilir Rp2 Miliar
Paling Banyak dari Pendapatan Transfer

PURWAKARTA, RAKA – Pemerintah Desa Ciramahilir, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, mencatat total pendapatan desa sebesar Rp2.064.395.398.
Anggaran tersebut menjadi penopang utama dalam pelaksanaan pemerintahan desa, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat sepanjang tahun berjalan.
Dari total pendapatan tersebut, sebagian besar bersumber dari pendapatan transfer yang mencapai Rp2.061.145.398.
Pendapatan transfer itu terdiri dari Dana Desa sebesar Rp1.032.203.000, bagi hasil pajak dan retribusi daerah sebesar Rp164.954.598, alokasi dana desa sebesar Rp733.987.800, bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp130.000.000, serta pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp750.000. Sementara itu, Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa Ciramahilir tercatat sebesar Rp2.500.000.
Kepala Desa Ciramahilir, Nandan Sukandar, mengatakan bahwa besarnya anggaran yang diterima desa harus dikelola secara bertanggung jawab dan transparan.
Ia menegaskan bahwa dana desa merupakan amanah yang wajib dipergunakan untuk kepentingan masyarakat luas.
“Setiap rupiah yang masuk ke kas desa harus bisa dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi warga Ciramahilir,” kata Nandan.
Ia menjelaskan, anggaran desa tersebut diarahkan untuk membiayai berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah desa berupaya menyesuaikan penggunaan anggaran dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Nandan Sukandar juga mengakui bahwa nilai Pendapatan Asli Desa masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan pendapatan transfer. Namun demikian, ia menilai hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah desa untuk terus berinovasi.
Ia menganjurkan agar perangkat desa bersama masyarakat menggali potensi lokal yang ada demi meningkatkan kemandirian desa.
“Ke depan, kami ingin PADes bisa terus meningkat. Potensi desa harus dimaksimalkan, baik melalui BUMDes maupun usaha-usaha produktif masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan penggunaan anggaran. Menurutnya, keterlibatan warga sangat penting agar pembangunan desa berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan anggaran yang ada serta komitmen pengelolaan yang transparan, Pemerintah Desa Ciramahilir optimistis pembangunan desa dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (yat)



