Karawang
Trending

Banjir Lagi, Warga Mau Demo Pengembang Villa Kencana

KOTABARU, RAKA– Perumahan Villa Kencana Karawang di Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, kembali dilanda banjir. Warga setempat mengeluhkan sikap pengembang yang dinilai belum serius menangani persoalan tersebut. Jika tidak respon lagi, warga mau demo pengembang.‎

‎Warga RT 04, RW 02 Perumahan Villa Kencana menggelar pertemuan untuk membahas masalah banjir pada Minggu malam (25/01) di kediaman Ketua RT. Pertemuan itu dihadiri warga, perwakilan pemerintah desa, pihak kepolisian, serta perwakilan pengembang. ‎

‎Salah seorang warga Zulkifli mengatakan, banjir terjadi di tujuh blok, yakni Blok C5, C6, C7, C8, C9, C10, hingga C11. Banjir diduga disebabkan luapan saluran utama yang melintasi kawasan perumahan tersebut.

‎“Banjir ini sudah terjadi sejak 2021 dan hampir setiap tahun terulang. Air dari saluran utama, yaitu Sungai Cipondoh, selalu meluap saat musim hujan,” ujarnya, Minggu (25/1).

‎‎Hal senada disampaikan warga lainnya, Robby. Ia menyebut warga sebenarnya sudah melayangkan surat kepada pihak pengembang sejak Februari 2025. Saat itu, pengembang menjanjikan akan melakukan normalisasi Sungai Cipondoh, namun hingga kini belum terealisasi. ‎

“Sejak kami menyurati pengembang pada Februari 2025, sudah tiga kali dijanjikan akan dilakukan pengerukan saluran utama (Sungai Cipondoh), tetapi sampai sekarang belum ada tindakan. Akibatnya, pada Kamis 22 Januari lalu banjir kembali terjadi,” jelasnya.

‎‎Robby menegaskan, hasil pertemuan warga memutuskan untuk kembali menyurati pengembang agar segera melakukan normalisasi Sungai Cipondoh sebagai langkah pencegahan banjir. ‎“Jika dalam waktu 3×24 jam tidak ada tindakan dari pengembang, warga sepakat akan melakukan aksi unjuk rasa ke pihak pengembang,” tegasnya.

‎‎Ia juga menambahkan, hingga saat ini pihak pengembang Perumahan Villa Kencana Karawang belum menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) kepada pemerintah daerah. Karena itu, tanggung jawab penanganan banjir masih berada di pihak pengembang.

‎“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, namun PSU perumahan ini belum diserahkan ke pemerintah daerah, sehingga masih menjadi tanggung jawab pengembang,” terangnya.

‎‎Sementara itu, perwakilan pengembang yang hadir, Lia dari bagian marketing, menyatakan akan menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada manajemen.

‎“Dalam waktu dekat akan kami sampaikan ke manajemen,”singkat. (zal)

Related Articles

Back to top button