Purwakarta
Trending

Awal Tahun Kota Tasbih Dihantui Bencana

16 Kali Tanah Longsor

PURWAKARTA, RAKA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta mencatat sedikitnya 45 kejadian bencana yang terjadi sejak awal tahun hingga 26 Januari 2026. Kejadian tersebut tersebar di 17 kecamatan dan didominasi oleh bencana akibat cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, menyampaikan bahwa sebagian besar bencana yang terjadi dipicu oleh tingginya curah hujan yang disertai angin kencang. Ia mengatakan, kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama meningkatnya kejadian bencana di berbagai wilayah.

“Berdasarkan rekapitulasi BPBD selama Januari 2026, tercatat satu kejadian banjir, 27 kejadian cuaca ekstrem, 16 kejadian tanah longsor, serta satu kejadian kategori lain-lain. Hampir seluruh kejadian tersebut dipicu oleh faktor cuaca ekstrem,” ujar Heryadi Erlan, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, sebaran kejadian bencana terjadi hampir merata di sejumlah kecamatan dengan tingkat kerawanan yang berbeda-beda. Menurutnya, beberapa wilayah mencatat lebih dari satu kejadian, baik cuaca ekstrem maupun tanah longsor.

Di Kecamatan Jatiluhur, BPBD mencatat satu kejadian banjir dan tiga kejadian tanah longsor. Kecamatan Sukasari mengalami dua kejadian cuaca ekstrem dan dua tanah longsor, sementara Kecamatan Tegalwaru dan Campaka masing-masing mengalami satu kejadian tanah longsor.

Kecamatan Sukatani dilaporkan mengalami dua kejadian cuaca ekstrem dan dua tanah longsor. Di Kecamatan Darangdan terjadi dua kejadian cuaca ekstrem, sedangkan Kecamatan Bojong mencatat tiga kejadian cuaca ekstrem dan dua kejadian tanah longsor. Kecamatan Wanayasa tercatat mengalami empat kejadian cuaca ekstrem.

Kecamatan Kiarapedes menjadi wilayah dengan kejadian cuaca ekstrem terbanyak, yakni lima kejadian, disertai satu kejadian tanah longsor.

Kecamatan Pasawahan mengalami satu kejadian cuaca ekstrem dan satu tanah longsor. Sementara Kecamatan Pondoksalam mencatat dua kejadian cuaca ekstrem dan satu tanah longsor.

Di wilayah Kecamatan Purwakarta, BPBD mencatat enam kejadian cuaca ekstrem dan dua kejadian tanah longsor. Adapun Kecamatan Bungursari mengalami satu kejadian bencana kategori lain-lain.

Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Purwakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Heryadi Erlan mengatakan warga yang tinggal di daerah rawan bencana perlu lebih waspada, terutama di kawasan perbukitan, bantaran sungai, serta wilayah dengan sistem drainase yang kurang baik.

“BPBD mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila muncul potensi bencana di lingkungan masing-masing, karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi ke depan,” pungkasnya. (yat)

Related Articles

Back to top button