KABAR KAMPUNG
Trending

Awal Mula Desa Sedari

KARAWANG, RAKA – Nama Desa Sedari memiliki sejarah yang cukup panjang. Cikal-bakal desa ini bermula pada tahun 1.500 M. Kisah Desa Sedari tidak lepas dari dua nama penyiar Islam dari Demak yaitu Syeh Janapura dan Ki Geden Pakuyono.

Saat itu Kanjeng Suria Sumeja Negara menyarankan kedua penyiar Islam tersebut untuk mendatangi Tanjung Suwung. Syeh Janapura dan Ki Geden Pakuyono lalu membuka lahan padukuhan Tanjung Suwug.
Pada sekitar ± tahun 1.526 M nama Tanjung Suwung Hilang dan berganti nama menjadi Sedari, orang-orang sudah banyak yang berdatangan dari berbagai kampung.

Konon asal kata Sedari ialah diambil dari nama seorang putri yang cantik jelita bernama Dewi Sondari, dia adalah anak dari Syeh Kudus Janapura.

Pada sekitar ± tahun 1.530 padukuhan Tanjung Suwung diresmikan oleh Syeh Kudus Janapura menjadi padukuhan Tanjung Sondari, hal itu dilakukan setelah beliau menikahkan putrinya Dewi Sondari dengan Raden Imanillah.

Tanpa disadari padukuhan Tanjung Sondari perlahan-lahan berubah menjadi Tanjung Sedari, ada juga yang menyebut Tanjung Sadari. Desa Sedari mulai berdiri sejak ± tahun 1.550 M. Sedari merupakan desa induk atau mandiri yaitu bukan hasil pemekaran dari desa lainnya.

Desa Sedari terletak di Kecamatan Cibuaya dengan luas wilayah 3.700 hektar. Terbagi atas 6 dusun dan 16 RW/RT. Sebagian besar lahan digunakan untuk tambak dan hutan. Enam dusun, yaitu Dusun Tirtasari, Karangsari, Tanjungsari, Neglasari, Jayasari, dan Telasari. (*)

Related Articles

Back to top button