HEADLINEPurwakarta
Trending

Bikin Celaka, Tanah Merah Berceceran di Jalan Purwakarta-Bandung

PURWAKARTA, RAKA – Tanah merah berceceran di Jalan Raya Cilalawi, jalur arteri Purwakarta–Bandung pada Senin, 9 Februari 2026. Kondisi tersebut membahayakan pengendara karena permukaan jalan menjadi licin dan rawan menyebabkan kecelakaan.

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein sempat menyoroti langsung kondisi tersebut saat melintas di lokasi. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Allah Ya Robbi. Ini jalan penuh tanah. Ini siapa pelakunya, nggak mikir. Coba pikir keselamatan orang,” kata Om Zein dalam unggahan akun media sosialnya, Senin (9/2).

Baca Juga: Jangan Cuma Wacana! Pengusaha Genteng Menanti Realisasi Gentengisasi

Menurutnya, tanah yang berserakan di badan jalan sangat berisiko, terutama bagi pengendara roda dua.

“Ini gimana kalau ada kendaraan (mobil atau motor) kepeleset. Jangan pikir kepentingan sendiri,” ucap Om Zein.

Ia pun langsung meminta jajaran terkait untuk bergerak cepat.‎“Teguh, itu tolong Jalan Cilalawi penuh tanah, cari tahu siapa pelakunya. Terus bawa petugas damkar untuk bersihkan jalan dari tanah, takutnya ada yang celaka,” kata Om Zein.

“Kasih tahu sama pelakunya jangan mementingkan kepentingan sendiri, itukan jalan umum, kalau ada yg celaka gimana,” tegasnya.

Tonton Juga: Rumah Wawan Tak Layak Huni

Menindaklanjuti arahan tersebut, Satpol PP Kabupaten Purwakarta langsung turun ke lokasi dan melakukan penelusuran. Hasil pengecekan menunjukkan tanah berasal dari aktivitas penampungan split dan bescose di Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani. Akses menuju lokasi tersebut masih berupa jalan tanah, sehingga material terbawa oleh truk hingga ke jalan raya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Satpol PP Purwakarta, Teguh Juarsa, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas dengan memasang garis penertiban (Satpol PP Line) dan menutup sementara area penampungan material tersebut.

‎“Setelah kami lakukan pengecekan, penyebabnya berasal dari penampungan split dan bescose. Akses jalan yang dilalui truk masih berupa tanah, sehingga material terbawa ke jalan raya,” ujar Teguh.

“Untuk sementara ditutup sebelum akses truk diperbaiki. Jangan sampai kendaraan membawa material tanah di bannya ke jalan raya,” tegasnya. (yat)

Related Articles

Back to top button