
PURWAKARTA, RAKA – Sebanyak 472 calon jemaah haji asal Kabupaten Purwakarta mengikuti bimbingan manasik haji yang digelar Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) setempat sebagai persiapan pelaksanaan ibadah haji 2026. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Rabu (11/2).
Bimbingan manasik haji tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Selain memperdalam pemahaman tentang tata cara ibadah, para calon jemaah juga dibekali informasi teknis terkait perjalanan dan pelayanan haji.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Purwakarta, Syamsi Mufti, menegaskan bahwa manasik bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pembinaan menyeluruh bagi calon jemaah.
“Dalam bimbingan ini, para jemaah dibekali materi seputar rukun, wajib, dan sunnah haji, termasuk berbagai hal teknis yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci,” ujar Syamsi, Rabu (11/2).
Untuk memaksimalkan pelayanan, Kemenhaj Purwakarta membagi pelaksanaan manasik ke dalam enam wilayah. Pembagian ini bertujuan mempermudah akses jemaah sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan efektif.
Wilayah 1 dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah MTsN 1 Purwakarta dan Gedung Dakwah Purwakarta, yang diikuti jemaah dari Kecamatan Purwakarta Kota.
Wilayah 2 berlangsung di Pondok Pesantren Riyadhul Muta’alimin, Kecamatan Campaka, dengan peserta dari Kecamatan Cibatu, Campaka, dan Bungursari.
Wilayah 3 digelar di Masjid As-Salam PJT II, diikuti jemaah dari Kecamatan Jatiluhur, Sukasari, dan Babakancikao.
Wilayah 4 dipusatkan di Pondok Pesantren Al Fatah Tegalwaru untuk jemaah dari Kecamatan Tegalwaru dan Maniis.
Wilayah 5 berlangsung di Aula SMP BP Al-Muthohhar Plered, diikuti jemaah dari Kecamatan Plered, Sukatani, Darangdan, dan Bojong.
Sedangkan wilayah 6 dipusatkan di Aula Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, yang diikuti jemaah dari Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Pondoksalam, dan Pasawahan.
Syamsi menjelaskan, materi manasik mencakup kebijakan pemerintah Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, kebijakan pemerintah Arab Saudi, pelayanan kesehatan haji, alur perjalanan ibadah, hingga perhatian khusus terhadap jemaah lanjut usia (lansia).
Ia menambahkan bahwa manasik diharapkan mampu membentuk jemaah yang mandiri dan siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik, sejak di tanah air hingga kembali ke Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan ibadah haji bukan hanya diukur dari selesainya rangkaian ritual, tetapi juga dari perubahan sikap dan akhlak sepulang dari Tanah Suci. Syamsi berharap para jemaah dapat meraih predikat haji mabrur dan menjadi teladan di tengah masyarakat Purwakarta.
“Kami mengingatkan agar para calon jemaah mengikuti seluruh materi dengan sungguh-sungguh, menjaga kondisi kesehatan sejak dini, serta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah demi kelancaran dan keselamatan pelaksanaan ibadah haji,” pesannya. (yat)



