
PURWAKARTA, RAKA – Kondisi sejumlah fasilitas di Taman Surawisesa tepatnya di Jl. K.K Singawinata, Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, menuai sorotan masyarakat.
Pipa besi penyangga air mancur terlihat rusak dan patah, sementara kolam di area tersebut tampak kotor dan berlumut. Pemandangan itu mengganggu estetika dan kenyamanan ruang terbuka publik yang selama ini menjadi kebanggaan warga.
Pantauan di lokasi, pipa besi yang menjadi bagian dari instalasi air mancur tampak berkarat dan sebagian terlepas dari dudukannya. Kerusakan itu dibiarkan begitu saja tanpa pembatas atau tanda peringatan. Kondisi tersebut khawatir membahayakan, terutama bagi anak-anak yang kerap bermain di sekitar kolam.
Baca Juga: Cuaca Tak Menentu, Polisi Air dan Udara Pantau Rutin Kawasan Waduk Jatiluhur
Sementara itu, air kolam terlihat keruh dan berwarna hijau. Bukan ikan hias yang menghiasi kolam, melainkan anakan katak yang berenang di permukaan. Lumut yang menempel di dinding kolam semakin memperkuat kesan kumuh di area tersebut.
Padahal, taman ini sebagai ruang terbuka yang aktif untuk masyarakat. Mulai dari bersantai, nongkrong, hingga berolahraga. Bahkan, sejumlah pelajar sering menggunakan area taman untuk kegiatan ekstrakurikuler maupun latihan rutin.
Rina (32), warga Purwakarta, mengaku prihatin dengan kondisi air mancur yang tak lagi terawat.
“Dulu enak banget duduk sore-sore di sini, kolamnya bersih. Sekarang hijau dan pipanya patah dibiarkan. Jadi kelihatan kurang diperhatikan,” ujarnya, Rabu (18/2).
Ia berharap ada perbaikan segera agar masyarakat dapat menikmatinya kembali dengan nyaman.
Tonton Juga: Rumah Wawan Tak Layak Huni
Ardi (17), pelajar yang kerap berlatih di kawasan taman. Ia mengatakan, suasana taman sebenarnya masih cukup nyaman, namun kondisi kolam membuat pemandangan kurang sedap.
“Kalau buat latihan sih masih oke, cuma pas lewat kolam jadi agak gimana gitu. Airnya hijau banget, banyak lumut sama anak katak,” katanya.
Sementara itu, Dedi (28), warga asal Karawang yang tengah berkunjung, menilai taman tersebut memiliki potensi besar. Namun ia menyayangkan kurangnya perawatan pada fasilitas air mancur.
“Tempatnya strategis dan luas. Sayang saja kalau kolamnya dibiarkan kotor. Harusnya bisa jadi spot yang lebih menarik,” tuturnya.
Meski demikian, masyarakat juga mengakui bahwa secara umum fasilitas lain di Taman Surawisesa masih terlihat terawat. Area duduk, jalur pedestrian, serta ruang terbuka hijau relatif bersih. Petugas kebersihan juga kerap terlihat melakukan pembersihan sampah secara rutin.
Namun warga menilai, perhatian terhadap detail seperti perawatan kolam dan perbaikan instalasi air mancur tetap penting agar wajah taman tidak terkesan terbengkalai.
Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan penanganan agar taman ini tetap menjadi ruang publik yang bersih, aman, dan membanggakan bagi masyarakat Purwakarta maupun pengunjung dari luar daerah. (yat)



