
CIKAMPEK, RAKA- Memasuki awal Ramadan, harga daging ayam meroket di Pasar Cikampek, mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pedagang maupun pembeli karena dinilai cukup memberatkan.
Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Cikampek Dadan mengatakan, harga daging ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 55 ribu per kilogram.
“Biasanya memang setiap Ramadan ada kenaikan, tapi tahun ini cukup tinggi. Sekarang sudah Rp 55 ribu per kilo, sebelumnya masih Rp 35 ribu,”katanya, Rabu (18/2).
Baca Juga : Perayaan Imlek 2577 di Wihara Sian Djin Ku Po Karawang, Wihara Tertua di Jawa Barat
Menurutnya, kenaikan harga kali ini dipicu oleh terbatasnya stok di pasaran. Ia menyebut sebagian pasokan terserap untuk kebutuhan MBG (Makan Bergizi Gratis), sehingga distribusi ke pasar tradisional menjadi berkurang.
“Stoknya memang sedang sedikit. Banyak yang dibeli untuk MBG, jadi pasokan ke pasar berkurang,” katanya.
Dadan mengaku, dengan kenaikan harga tersebut daya beli masyarakat ikut menurun. Selain itu, pedagang juga harus menambah modal untuk tetap bisa berjualan.
“Kalau harga naik, pembeli pasti berkurang. Kami juga harus keluar modal lebih besar,” tambahnya.
Ia memperkirakan, harga daging ayam masih berpotensi naik menjelang Lebaran jika pasokan belum kembali normal. “Kemungkinan akan terus naik mendekati Lebaran. Kami berharap ada solusi dari pemerintah supaya harga bisa stabil lagi dan pembeli kembali ramai,”tuturnya.
EPAPER RADAR KARAWANG – UPDATE SETIAP HARI
Kenaikan harga juga dikeluhkan warga, salah seorang pembeli Siti (38) mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian karena harga yang melonjak. “Biasanya beli dua kilo, sekarang paling satu kilo saja. Soalnya naiknya lumayan jauh,”singkatnya.
Senada dengan itu, Rina (40) berharap pemerintah segera mengambil langkah agar harga kebutuhan pokok tidak terus merangkak naik selama Ramadan. “Kalau bisa distabilkan, supaya masyarakat tidak terlalu terbebani. Apalagi kebutuhan saat Ramadan biasanya meningkat,” tutupnya.
Terpisah, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh sidak ke Pasar Johar untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Aep menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok masih dalam kondisi relatif stabil, meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas tertentu.
“Kita memastikan bahwa harga hari ini di Pasar Johar seperti apa. Tadi kita melihat harga cabai relatif naik sekitar Rp 2.000, dari Rp48.000 menjadi Rp50.000,” ujarnya pada Rabu (18/2).
Selain cabai merah, harga cabai rawit juga mengalami kenaikan. Menurut Aep, harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp 90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. “Ini memang agak sedikit pedas, cengek setan katanya. Itu yang masih agak tinggi,” katanya.
Sementara itu, harga daging sapi di Pasar Johar terpantau stabil di angka Rp150.000 per kilogram. Untuk komoditas beras, Aep menyebut harga beras medium masih berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan tergolong normal.
Namun, beras ketan mengalami kenaikan hingga sekitar Rp15.000 per kilogram. “Kita pastikan untuk beras yang biasa Alhamdulillah masih normatif, masih harga standar. Tapi untuk beras ketan memang ada kenaikan,” jelasnya.(jpg)



