CikampekHEADLINE
Trending

Serasa di Mekah, Intip Keunikan Musala Dewi Yulisyani Karawang yang Mirip Ka’bah

Radarkarawang.id- Pengalaman baru, serasa di Mekah, intip keunikan Musala Dewi Yulisyani Karawang yang mirip ka’bah di Masjidilharam di Arab Saudi.

Unik, mungkin itu gambaran musala di kawasan Perumahan Cariu Permai Residance 3, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru. Desainnya berbentuk ka’bah.

Tidak hanya bentuknya saja menyerupai kakbah, ornamen pendukung masjidnya pun seperti yang ada di masjidil haram. Salah satunya maqom Ibrahim.

Musala tersebut bernama Musala Dewi Yulisyani atau Musala Ka’bah. Bentuknya yang unik, membuat banyak warga maupun jamaah datang ke sini.

Imam musala Dewi Yulisyani Komarudin (30) mengatakan, sejak tahun 2024 lalu pemilik perumahan ini membuat musala dengan design yang menarik.

Musala tersebut memiliki bentuk menyerupai Ka’bah yang merupakan kiblat (arah shalat) bagi seluruh umat Muslim di dunia, simbol kesatuan umat, dan pusat ibadah haji serta umrah.

“Meski luarnya seperti ka’bah tapi dalamnya musala seperti pada umumnya,” ucap Komarudin, saat ditemui wartawan di kawasan musala. Senin (9/26).

Baca Juga: Jaga Ketertiban Umum, Aparat Gabungan Tertibkan Anak Jalanan yang Marak di Ruang Publik Purwakarta

Ia membeberkan, bukan hanya desain yang menyerupai ka’bah namun panjang dan lebar pun sama yaitu dengan panjang sekitar 12,86 meter (sisi timur-barat), lebar 11,03 meter (sisi utara-selatan).

Namun perbedaan terdapat pada ketinggian musala, di mana musala tersebut lebih pendek dari bangunan ka’bah yang asli di Mekah sana.

 “Untuk ka’bah yang asli itu di kisaran 13.1 meter, sedangkan musala Dewi Yulisyani ini lebih pendek,” beber Komarudin menjelaskan lagi.

Menariknya, tidak hanya ka’bah, pemilik musala Haji Maslani yang kini menjabat Wabup Karawang membuat ikon jejak kaki Nabi Ibrahim.

Terletak di sebelah timur musala, pemilk musala ini membuat jejak kaki tersebut menyerupai aslinya yaitu dengan pembatas besi berwarna emas.

Kemudian pucuk bangunan Maqom Ibrahim tersebut berbentuk kubah. “Hanya saja jaraknya yang berbeda, karena luas lahan yang terbatas,” kata Komarudin.

Ia juga menyampaikan, selain sebagai tempat peribadatan, tujuan adanya musala berbentuk ka’bah tersebut sebagai wadah edukasi warga sekitar perumahan ini.

Bahkan banyak warga luar perumahan yang berkunjung sampai saat ini. “Bahkan musala ini juga sempat digunakan manasik haji pada tahun 2025 lalu,” pungkasnya.(mal)

Related Articles

Back to top button