Purwakarta
Trending

“Berat di Kantong!” Harga Daging Sapi di Purwakarta Tembus Rp150 Ribu per Kilogram

PURWAKARTA, RAKA – Sepekan setelah perayaan Idulfitri 1447 H, harga kebutuhan pokok di Purwakarta belum juga kembali normal. Kenaikan harga daging ayam dan daging sapi masih bertahan tinggi, memicu keluhan dari masyarakat yang merasa terbebani.

Pantauan di Pasar Rebo Purwakarta pada Senin (30/3) menunjukkan aktivitas jual beli tetap ramai. Namun, suasana pasar diwarnai aksi tawar-menawar sengit antara pembeli dan pedagang akibat harga yang tak kunjung turun.

Di lapak ayam potong, harga masih bertengger di angka Rp40.000 per kilogram. Padahal sebelum Lebaran, harga normal berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Seorang pedagang ayam, Nana, mengakui kondisi ini membuatnya serba salah. Ia mengatakan harga dari pemasok masih tinggi sehingga sulit menurunkan harga jual ke konsumen.

“Sekarang jual Rp40.000 per kilo. Pembeli banyak yang nawar, tapi dari pemasok masih mahal, jadi kami juga tidak bisa turunin,” ujarnya.

Meski begitu, Nana mengungkapkan bahwa harga saat ini sebenarnya sudah sedikit turun dibandingkan puncak menjelang Lebaran. Saat itu, harga ayam sempat menyentuh Rp50.000 per kilogram karena lonjakan permintaan.

Tak hanya ayam, harga daging sapi juga masih tinggi. Saat ini, daging sapi dijual di kisaran Rp150.000 per kilogram, jauh di atas harga normal sebelum Lebaran yang berada di angka Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram.

Kondisi ini membuat pembeli semakin selektif. Banyak warga memilih mengurangi jumlah belanja demi menyesuaikan dengan kondisi ekonomi.

Fitri, salah satu pembeli, berharap harga segera turun agar tidak semakin membebani masyarakat.
Ia mengaku kondisi saat ini cukup menyulitkan. “Harapannya sih bisa balik normal lagi, karena sekarang terasa berat di kantong,” katanya.

Secara umum, tren penurunan harga memang mulai terlihat. Namun, penurunannya dinilai belum signifikan dan masih jauh dari harga normal.

Para pedagang memperkirakan harga baru akan berangsur turun dalam beberapa pekan ke depan, seiring mulai membaiknya distribusi dan pasokan dari produsen. Namun hingga saat itu terjadi, masyarakat Purwakarta tampaknya masih harus bersabar menghadapi harga bahan pokok yang tinggi. (yat)

Related Articles

Back to top button