Karawang
Trending

Pemkab Karawang Bakal Tarik Mobil Dinas demi Hemat Anggaran, Ini Alasannya

KARAWANG,RAKA– Guna melakukan efisiensi anggaran, Pemkab Karawang berencana menarik kendaraan dinas di seluruh perangkat daerah dan disimpan di tempat khusus.

Tidak hanya itu, upaya lainnya dalam penghematan mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan. ASN yang berdomisili dekat dengan kantor, dengan jarak maksimal lima kilometer, dianjurkan menggunakan sepeda.

Selain lebih hemat energi, langkah ini juga dinilai berdampak positif bagi kesehatan. Sementara itu, bagi pegawai yang tinggal lebih jauh, penggunaan sepeda motor dinilai lebih efisien dibandingkan mobil. Perbandingan konsumsi BBM menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan ini.

Pemerintah Kabupaten Karawang juga mulai mematangkan skema pelaksanaan Work From Home (WFH) satu hari kerja dalam sepekan bagi ASN, menyusul rencana kebijakan dari pemerintah pusat yang akan diumumkan pada April 2026 mendatang.

Sekda Karawang, Asep Aang Rahmatullah menegaskan, pelaksanaan WFH akan tetap berada dalam pengawasan ketat. ASN diwajibkan melakukan absensi berkala serta melaporkan kinerja secara real time.

“WFH ini bukan berarti santai. ASN tetap bekerja dan diawasi. Ada absensi, ada laporan kinerja, semuanya terukur melalui sistem digital,” katanya, Selasa (31/3).

Pengawasan dilakukan melalui aplikasi SIM ASN dan SIAP yang berbasis GPS, di mana ASN wajib melakukan absensi dengan titik koordinat serta swafoto. Selain itu, setiap ASN juga diwajibkan menyusun rencana kerja harian dan melaporkan progres pekerjaan secara berkala.

Adapun alur kegiatan WFH yang telah disusun Pemkab Karawang meliputi absensi pagi, briefing, pelaksanaan tugas dua sesi, pengecekan siang, hingga laporan dan absensi sore melalui sistem digital.

Asep Aang menambahkan, kebijakan WFH merupakan bagian dari strategi efisiensi energi, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM). Salah satu opsi yang disiapkan adalah mendorong ASN yang tinggal dalam radius dekat untuk menggunakan sepeda saat berangkat kerja.

“Kalau dekat, bisa pakai sepeda. Selain sehat, juga hemat BBM,” katanya.

Sementara bagi ASN dengan jarak tempuh lebih jauh, penggunaan sepeda motor dinilai lebih efisien dibanding mobil. Ia menyebut, konsumsi BBM motor rata-rata hanya sekitar 1 liter per hari, sedangkan mobil bisa mencapai 5 liter.

Tidak hanya itu, Aang menambahkan, kendaraan dinas di seluruh perangkat daerah juga direncanakan akan ditarik dan disimpan di Galeri Nyi Pager Asih saat tidak digunakan untuk kegiatan kedinasan.

Langkah ini diambil untuk menekan penggunaan BBM. “Prinsipnya, pelayanan publik tetap berjalan, tapi kita lakukan efisiensi di sisi energi,” tutupnya. (asy)

Related Articles

Back to top button