
KARAWANG, RAKA – Sebanyak 437 siswa kelas IX SMPN 5 Karawang mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) berbasis daring yang mulai digelar pada Senin (6/4). Ujian ini menjadi bagian dari upaya pemetaan kualitas pendidikan, khususnya pada aspek literasi dan numerasi. Namun, TKA bukan penentu kelulusan siswa.
Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung selama dua pekan dengan total delapan hari ujian. Kegiatan ini berada dalam pengawasan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang guna memastikan proses berjalan sesuai standar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 5 Karawang, Iwan Sonjaya, mengatakan bahwa TKA merupakan instrumen evaluasi dari pemerintah pusat untuk mengukur sejauh mana siswa menyerap materi pembelajaran selama tiga tahun.
“Tes ini bukan sekadar ujian biasa, melainkan bagian dari pemetaan kemampuan siswa secara nasional, terutama dalam literasi Bahasa Indonesia dan numerasi Matematika,” katanya, Senin (6/4).
Ia juga menegaskan, bahwa hasil TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena kewenangan kelulusan tetap berada di pihak sekolah. “Komposisi soal terdiri dari 70 persen dari pusat dan 30 persen dari daerah. Namun, hasilnya hanya untuk pemetaan mutu pendidikan, bukan penentu kelulusan,” terangnya.
Sementara itu, penanggung jawab teknis ujian Soton memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung telah dipersiapkan dengan baik. Ia menyebut, kestabilan jaringan internet dan performa perangkat komputer menjadi faktor utama dalam pelaksanaan ujian daring ini.
“Sejauh ini tidak ada kendala berarti. Semua perangkat berfungsi dengan baik sehingga siswa dapat mengerjakan soal dengan lancar,” terangnya.
Soton memaparkan bahwa setiap sesi ujian terdiri dari 30 soal yang terbagi dalam tiga bagian, yakni tahap latihan, soal inti yang mencakup literasi dan numerasi, serta survei karakter dan lingkungan belajar.
Menurutnya, survei tersebut memiliki peran penting untuk mengetahui minat baca siswa serta kondisi lingkungan belajar di sekolah. “Dari survei ini, pemerintah bisa melihat apakah suasana belajar sudah mendukung pembentukan karakter siswa atau masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang melalui Wawan Setiawan menilai pelaksanaan TKA menjadi langkah penting dalam memotret kondisi riil pendidikan di daerah.
Menurutnya, hasil TKA akan dijadikan bahan evaluasi untuk menyusun kebijakan peningkatan kualitas pendidikan ke depan. Ia juga mengimbau, para siswa agar mengikuti ujian dengan serius dan fokus. “Saya berharap semua siswa dapat tenang dan fokus dalam mengerjakan soal-soalnya, karena hasilnya akan menjadi bahan evaluasi dinas terhadap kebijakan pendidikan di Kabupaten Karawang,” tutupnya. (zal)



