HEADLINE
Trending

Kontroversi Biaya Aksera RA di Karawang, Kemenag: Tidak Wajib dan Hanya Rp150 Ribu

KARAWANG, RAKA- Dua kegiatan yang hampir mirip dari dua lembaga pendidikan Raudlatul Athfal (RA) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan digelar dalam waktu dekat ini.

Namun bedanya, kegiatan yang diikuti siswa RA berbayar dan sempat dikeluhkan orang tua siswa sementara kegiatan PAUD gratis.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang akan menggelar kegiatan Aksi PAUD tingkat kabupaten pada 20 Mei 2026 mendatang di Technomart Karawang. Kegiatan ini gratis tidak ada pungutan apapun.

‎‎Kasi PAUD Disdikbud Karawang Cacan mengatakan, kegiatan tersebut akan diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak PAUD, di antaranya lomba pildacil, yel-yel, senam, permainan tradisional tarompah, tari kreasi, serta lomba bercerita.

‎‎Menurutnya, peserta yang akan bertanding di tingkat kabupaten merupakan perwakilan juara pertama dari masing-masing kecamatan. Mereka sebelumnya telah mengikuti seleksi atau lomba di tingkat kecamatan yang melibatkan organisasi mitra seperti Himpaudi, Badko TPQ, IGTK, dan IGRA.

‎“Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas dan mengembangkan potensi sejak usia dini,” katanya, Selasa (7/4).

‎‎Ia juga menegaskan, bahwa kegiatan Aksi PAUD ini tidak dipungut biaya alias gratis bagi seluruh peserta. Selain itu, pihaknya mengingatkan kepada para orang tua dan penyelenggara di tingkat kecamatan agar tidak melakukan pungutan dalam bentuk apa pun selama proses seleksi berlangsung.

‎‎Cacan menambahkan, pelaksanaan kegiatan di tingkat kecamatan telah dimulai sejak April. Namun, ia mengakui dalam pelaksanaannya masih terdapat perbedaan di setiap kecamatan, di mana ada yang melaksanakan kegiatan secara optimal dan ada pula yang belum. ‎

“Kedepan kami berharap seluruh kecamatan dapat berpartisipasi aktif agar pembinaan kreativitas anak usia dini bisa berjalan merata,” terangnya.

Sebelumnya, orang tua siswa Raudlatul Athfal (RA) keluhkan biaya kegiatan Aksera (Ajang Kreasi Seni Raudhatul Athfal) yang dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 18 April 2026. Setiap siswa dipatok ratusan ribu rupiah.

‎Kepala Kemenag Karawang, H. Sopian, melalui Humas H. Denden, menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui asal-usul surat yang memuat rincian biaya kegiatan tersebut. Bahkan, setelah dilakukan penelusuran, informasi itu telah diteruskan kepada PD dan PC IGRA, namun keduanya menyatakan tidak pernah membuat maupun mengeluarkan surat dimaksud. ‎

“Setelah kami konfirmasi, baik PD maupun PC IGRA tidak merasa membuat surat tersebut,” katanya, kepada Radar Karawang, Minggu (5/4).‎

‎Lebih lanjut, berdasarkan keterangan dari Pengurus Daerah (PD), kegiatan Aksera memang benar akan dilaksanakan. Namun, terkait biaya yang beredar dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan. ‎“Biaya yang sebenarnya tidak sebesar yang beredar. Hanya sekitar Rp 150 ribu untuk tempat dan yang lainnya, dan itu pun tidak bersifat wajib,” jelasnya.‎

‎‎Ia menegaskan, bahwa kegiatan tersebut bersifat sukarela dan hanya diikuti oleh siswa yang berminat. Pihak Kemenag pun tidak melarang pelaksanaan kegiatan tersebut, mengingat manfaatnya bagi pengembangan kreativitas anak.

‎“Kegiatan ini tidak diwajibkan. Hanya bagi anak-anak yang ingin mengikuti saja. Kami juga menilai kegiatan kreasi seperti ini penting untuk mendukung perkembangan dan potensi anak,”tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button