Karawang
Trending

Panas! Kadin Karawang Terbelah Dua, Hotel Resinda dan Mercure Jadi Saksi Mukab Tandingan

KARAWANG, RAKA- Dualisme di tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) terus memanas. Har ini, kedua kubu diagendakan akan menggelar musyawarah kabupaten (Mukab). Kadin kubu Nizar klaim bakal dihadiri bupati.

Seperti diketahui, saat ini ada dua Kadin di Kabupaten Karawang. Satu kubu afiliasi kepada Kadin Jabar kubu Nizar Sungkar dan kubu lainnya terafiliasi kepada Kadin Jabar kudu Almer Faiq Rusydi. Saat ini, kedua kubu akan menggelar mukab secara bersamaan. Satu kubu di Hotel Resinda dan kubu lainnya di hotel Mercure.

Dari kubu Nizar, tiga kandidat ketua bahkan dikarantina oleh panitia di tengah mencuatnya dualisme kepemimpinan Kadin Jawa Barat yang turut membayangi jalannya forum. ‎

Pelaksanaan Mukab yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, (15/4) di Hotel Resinda itu dinilai menjadi momentum krusial bagi soliditas organisasi di tingkat daerah. Steering Committee (SC) memastikan kegiatan tetap berjalan dengan pengawalan ketat serta sistem verifikasi peserta yang selektif.

‎‎Adapun ketiga calon tersebut yakni Abdul Aziz Mathori yang dikenal memiliki visi strategis dalam memperkuat sinergi antara industri besar dan pelaku usaha lokal, Novriyanto Syafrudin yang mengusung kepemimpinan inklusif dengan menempatkan Kadin sebagai wadah bagi seluruh kalangan pengusaha, serta Aris Susanto yang membawa misi perlindungan terhadap pelaku usaha daerah.

‎Sekretaris SC Mukab Muna mengatakan, bahwa langkah karantina dilakukan sebagai upaya menjaga kondusivitas forum.

“Ketiga calon Ketua saat ini dipertemukan dalam forum khusus untuk berdiskusi dan menyusun set plan serta blueprint Kadin ke depan. Hal ini untuk menghindari potensi dinamika yang tidak diinginkan saat pelaksanaan Mukab,”katanya, Selasa (14/4).

‎Dinamika Mukab kali ini tidak terlepas dari konflik dualisme kepemimpinan di tingkat Kadin Jawa Barat. Informasi yang beredar menyebutkan adanya kelompok lain yang juga berencana menggelar agenda serupa pada waktu yang sama.

‎Menanggapi hal tersebut, Ketua SC Mukab Kadin Karawang ke-8 Rudi BG menegaskan, pihaknya tetap berpegang pada aturan organisasi.

‎”Kami menghormati hak setiap pihak dalam berorganisasi, namun kami fokus melaksanakan Mukab ke-8 sesuai dengan ketentuan AD/ART bagi anggota yang sah,” tegasnya.

‎‎Terkait potensi gesekan akibat perbedaan klaim legalitas, panitia menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum serta pengamanan dari aparat kepolisian.

“Persoalan hukum kami serahkan kepada jalur peradilan. Untuk keamanan, kami telah berkoordinasi dengan kepolisian dan seluruh perizinan telah dipenuhi,”paparnya.‎

‎Panitia juga mengantisipasi kemungkinan adanya peserta ganda dengan menerapkan sistem verifikasi identitas secara ketat. Setiap peserta diwajibkan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin yang sah sebelum memasuki area persidangan. ‎

‎Meski diwarnai dinamika internal, SC memastikan hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Karawang tetap terjaga. Bupati Karawang beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) disebut telah mengonfirmasi kehadiran dalam agenda tersebut.

‎“Mukab ini diharapkan tetap memperkuat sinergi antara Kadin dan pemerintah daerah. Kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong program pembangunan dan iklim investasi di Karawang,”tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button