
PURWAKARTA, RAKA – Capaian mengejutkan ditorehkan Kelurahan Tegalmunjul dalam evaluasi bulanan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Buku 1, 2, dan 3 Tahun Pajak 2026 sektor pedesaan dan perkotaan di wilayah Kecamatan Purwakarta. Hingga akhir April 2026, Tegalmunjul berhasil menempati peringkat pertama, sebuah lonjakan signifikan dibanding posisi sebelumnya yang biasanya berada di urutan 9 atau 10.
Berdasarkan data evaluasi per 31 April 2026, total target penerimaan PBB Kelurahan Tegalmunjul sebesar Rp346.976.336, dengan realisasi sementara mencapai Rp89.635.332 atau sekitar 25,83 persen. Artinya, masih terdapat sisa target sebesar Rp257.341.004 yang perlu dikejar pada bulan-bulan berikutnya.
Meski capaian secara keseluruhan masih di angka seperempat target, performa Kelurahan Tegalmunjul menjadi sorotan karena berhasil melampaui wilayah lain di kecamatan tersebut.
Lurah Tegalmunjul, Yudha Agus Prasetya, menyampaikan bahwa tidak ada strategi khusus yang dirancang secara formal untuk mencapai posisi tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya pendekatan langsung kepada masyarakat.
“Tidak ada strategi khusus. Kami hanya melakukan pendekatan emosional, berkeliling, ngobrol dengan RT bahkan datang ke rumah mereka. Kami sampaikan bahwa siltap bapak ibu sekalian itu salah satunya berasal dari PBB, termasuk untuk pembangunan jalan dan lain-lain,” ujar Yudha, Senin (4/5).
Menurutnya, komunikasi yang sederhana namun menyentuh justru lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajak. Pendekatan tersebut dilakukan secara konsisten dengan melibatkan unsur RT dan tokoh masyarakat.
Yudha juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari membangun kedekatan dengan warga, bukan sekadar menjalankan program administratif.
Ia menambahkan, dalam kepemimpinannya, selalu mengedepankan prinsip “Make Manah”, yaitu melakukan segala sesuatu dengan hati dan ketulusan.
“Kami selalu mengedepankan Make Manah. Artinya, apa yang kami lakukan harus dari hati, tulus, dan benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Yudha berharap capaian ini dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk semakin taat membayar PBB demi mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan di wilayahnya. (yat)



