
KARAWANG, RAKA- Penggunaan pupuk organik berbahan limbah ternak mulai diterapkan di lahan persawahan Kabupaten Karawang. Melalui konsep pertanian terpadu (integrated farming), Muhammad Rizal Fauzi sukses memanfaatkan kotoran dan urin domba sebagai pupuk alami untuk meningkatkan kualitas tanah dan tanaman padi.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui usaha Pajero Style Farm di tengah masifnya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri di Karawang.
Rizal mengatakan, sistem yang diterapkannya menggabungkan sektor peternakan dengan pertanian. Limbah ternak yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini diolah menjadi pupuk organik padat dan Pupuk Organik Cair (POC) untuk kebutuhan sawah.
“Kami memanfaatkan limbah peternakan sebagai media tanam. Kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik, sementara urin domba dijadikan POC,”katanya, Selasa (12/5).
Menurutnya, penggunaan pupuk organik dilakukan untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida kimia yang selama ini dinilai berdampak pada menurunnya kualitas tanah.
Hasilnya, kondisi tanaman padi disebut lebih sehat dan tahan terhadap serangan hama. Selain itu, ekosistem tanah yang sebelumnya rusak akibat bahan kimia perlahan mulai pulih.
“Tanaman lebih hijau dan ekosistem tanah mulai hidup kembali. Sekarang sudah mulai muncul cacing dan belut di area persawahan,”tutupnya. (zal)



