
PURWAKARTA, RAKA – Pertumbuhan eceng gondok yang semakin tidak terkendali di kawasan Waduk Jatiluhur mulai menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan dan aktivitas masyarakat. Gulma air yang menutupi permukaan waduk itu bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi merusak sektor perikanan hingga menghambat mobilitas perahu nelayan.
Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Purwakarta melalui Sat Polairud turun langsung melakukan aksi bersih-bersih eceng gondok dan sampah plastik di kawasan Dermaga Serpis, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Unggulan Sapu Bersih Sampah Laut itu melibatkan personel Sat Polairud bersama masyarakat sekitar. Mereka menyapu dan mengangkat tumpukan eceng gondok yang mengambang di pesisir waduk agar tidak semakin meluas dan mengganggu aktivitas warga.
Kapolres Purwakarta, I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasat Polairud, Jamal Nasir mengatakan, keberadaan eceng gondok yang terus menumpuk dapat berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat yang bergantung pada Waduk Jatiluhur.
Menurutnya, gulma air tersebut dapat menghambat jalur perahu nelayan, mengganggu budidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA), hingga memengaruhi kualitas air waduk.
“Eceng gondok yang menumpuk dapat menghambat jalur perahu nelayan, mengganggu budidaya ikan di Keramba Jaring Apung serta mempengaruhi kualitas air. Karena itu kami rutin melaksanakan kegiatan pembersihan bersama berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan waduk,” ujarnya, Kamis (21/5).
Selain membersihkan gulma air, personel Sat Polairud juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun area waduk. Pasalnya, sampah plastik yang bercampur dengan eceng gondok memperparah pencemaran dan mengancam keseimbangan ekosistem perairan.
Eceng gondok yang menutupi permukaan waduk diketahui dapat menghambat sirkulasi air dan mengurangi kadar oksigen di dalam perairan. Kondisi itu berisiko menyebabkan kematian ikan secara massal dan merugikan para pembudidaya ikan di kawasan Waduk Jatiluhur.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta, Tini Yutini menyebut kegiatan bersih-bersih tersebut menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap keberlangsungan lingkungan dan sektor perikanan masyarakat.
Ia menegaskan, Waduk Jatiluhur memiliki peran penting bagi masyarakat Purwakarta, baik sebagai sumber penghidupan, sektor perikanan, hingga destinasi wisata.
“Permasalahan eceng gondok dan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah atau aparat. Dibutuhkan kesadaran bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan, mengurangi sampah plastik dan bersama-sama merawat kawasan perairan agar tetap bersih dan sehat,” kata Tini.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan perairan sehingga kondisi Waduk Jatiluhur tetap terjaga dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. (yat)


