Banjir Villa Kencana Terus Berulang, Pemerintah Janjikan Normalisasi Saluran dan Alat Berat

KARAWANG, RAKA – Sejumlah kunjungan dari pemerintah desa, pemerintah Kecamatan Kotabaru, jajaran Polsek Kotabaru, hingga Dinas PUPR dan BPBD ke lokasi banjir di Perumahan Villa Kencana Karawang, Kecamatan Kotabaru, dinilai warga hanya sebatas formalitas tanpa adanya solusi nyata terhadap persoalan banjir yang terus terjadi.
Salah satu warga, Anton, mengatakan hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk menangani banjir yang kerap melanda kawasan tempat tinggalnya. Menurutnya, berbagai kunjungan yang dilakukan hanya sebatas peninjauan tanpa tindak lanjut yang jelas di lapangan.
“Kunjungan dari pemerintah desa, kecamatan, Polsek sampai PUPR dan BPBD hanya formalitas saja. Sampai sekarang belum ada solusi konkret terkait banjir di Villa Kencana,” katanya, Kamis (28/5).
Anton menegaskan, warga tidak membutuhkan bantuan makanan maupun kunjungan seremonial. Ia menyebut masyarakat lebih membutuhkan penanganan nyata agar banjir tidak terus berulang setiap hujan deras maupun saat kiriman air datang dari wilayah hulu.
“Kami tidak butuh bantuan makan. Kami maunya masalah banjir ini ada solusinya. Tidak perlu kunjungan-kunjungan kalau ujungnya hanya omon-omon saja,” terangnya.
Ia juga menyinggung janji dari Dinas PUPR yang disebut akan menurunkan alat berat setelah Hari Raya Idul Adha untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak banjir. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada realisasi dari rencana tersebut.
“Katanya setelah Lebaran Idul Adha mau menurunkan alat berat, tapi sampai sekarang belum ada buktinya,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Wancimekar Dimyat Sudrajat mengatakan, pemerintah bersama pihak terkait telah menggelar rapat koordinasi di Kecamatan Kotabaru guna membahas penanganan pascabanjir. Rapat tersebut melibatkan sejumlah developer perumahan di wilayah setempat.
Menurutnya, developer dari Villa Kencana Karawang, Wancimekar Lestari, Pasadena, hingga Perumahan Pondok Asri 2 telah sepakat bersama-sama melakukan penanganan banjir di kawasan tersebut.
“Pemerintah nanti akan melakukan normalisasi saluran, kemudian developer akan membangun turap atau tanggul yang rusak. Beberapa perumahan juga sepakat memberikan pelebaran untuk saluran air Cipondoh,” ujarnya.
Dimyat menambahkan, pihak desa juga akan segera mengirimkan surat kepada Dinas PUPR Kabupaten Karawang guna meminta bantuan alat berat untuk pengerukan saluran air. Namun pengiriman surat baru dilakukan setelah masa libur selesai. “Besok kami bersurat ke Dinas PUPR karena sekarang masih terpotong libur,” paparnya.
Sementara itu, Camat Kotabaru Idah Hamidah mengatakan, musyawarah penanganan pascabanjir telah dilakukan pada Selasa lalu bersama pemerintah desa, Dinas PUPR, dan pihak perumahan.
Hasilnya, seluruh pihak sepakat untuk segera melakukan normalisasi saluran Cipondoh, memperbaiki turap yang rusak, serta melakukan pelebaran sungai. “Meskipun Pemda Karawang belum menerima fasos dan fasum perumahan tersebut, namun untuk kepentingan masyarakat, Bupati Karawang melalui Dinas PUPR akan menerjunkan alat berat untuk melakukan pengerukan sungai,” jelasnya.
Ia menyebut, saat ini pemerintah desa tinggal mengirimkan surat permohonan peminjaman alat berat kepada Dinas PUPR agar penanganan bisa segera dilakukan.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Karawang Tri Winarno, saat dikonfirmasi terkait keluhan warga belum memberikan keterangan resmi. (zal)



