TELUSUR
Trending

Upaya Pemkab Bekasi Tanggulangi Krisis Air Bersih di Cikarang

radarkarawang.id, Memasuki periode musim kemarau tahun 2024, sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi, khususnya di area Cikarang dan sekitarnya, mulai menghadapi tantangan serius berupa krisis air bersih. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengambil langkah proaktif untuk memitigasi dampak kekeringan yang mulai meluas di beberapa kecamatan strategis.

Kondisi Terkini Kekeringan di Wilayah Selatan Bekasi

Berdasarkan data terbaru, intensitas kekeringan paling signifikan dirasakan oleh warga di Kecamatan Cibarusah dan Serang Baru. Hingga awal Juli, tercatat sedikitnya 11 titik duka yang tersebar di Desa Nagasari dan Desa Ridogalih mengalami penyusutan sumber air tanah secara drastis. Kondisi ini memaksa ratusan kepala keluarga bergantung sepenuhnya pada pasokan air bantuan karena sumur gali warga telah mengering total.

Krisis ini diperparah dengan belum meratanya jaringan pipa distribusi dari Perumda Tirta Bhagasasi hingga ke pelosok desa. Akibatnya, warga di daerah yang belum terjangkau layanan perpipaan menjadi kelompok yang paling rentan terdampak setiap kali musim kering tiba.

Respons Cepat Distribusi Air Bersih oleh BPBD dan PMI

Menyikapi urgensi tersebut, BPBD Kabupaten Bekasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) telah menyalurkan total 245.000 liter air bersih secara bertahap sejak awal Juni 2024. Penyaluran ini dilakukan secara maraton menggunakan truk tangki untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat untuk konsumsi dan sanitasi tetap terpenuhi. Berikut adalah rincian langkah penanganan yang diambil:

  • Penyaluran Rutin: Distribusi harian berkisar antara 5.000 hingga 10.000 liter per titik lokasi terdampak.
  • Pemetaan Wilayah Rawan: Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi telah menginstruksikan seluruh Camat untuk melakukan pemetaan detail daerah rawan kekeringan guna memastikan bantuan tepat sasaran.
  • Posko Pengaduan: Masyarakat yang mengalami kesulitan air diimbau segera melapor melalui pemerintah desa agar jadwal pengiriman air dapat segera disusun oleh BPBD.

Mitigasi Sektor Pertanian dan Solusi Jangka Panjang

Selain fokus pada kebutuhan domestik, Pemkab Bekasi juga memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian. Meskipun belum ada laporan gagal panen atau puso yang masif, Dinas Pertanian telah mulai mendistribusikan bantuan pompa air dan mendorong petani menggunakan varietas padi tahan kekeringan seperti Inpago. Langkah preventif ini krusial untuk menjaga ketahanan pangan daerah di tengah anomali cuaca.

Dalam jangka panjang, pemerintah daerah berkomitmen untuk memperluas cakupan layanan air bersih melalui pembangunan infrastruktur perpipaan yang lebih masif. Sinergi antara pemangku kebijakan, pelaku industri di Cikarang, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem mitigasi bencana kekeringan yang lebih resilien di masa depan. (rk)

Related Articles

Back to top button