Purwakarta
Trending

Penjualan Seragam di Purwakarta Naik 20% Jelang Sekolah

PURWAKARTA, RAKA – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, penjualan seragam sekolah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mulai mengalami peningkatan.

Sejumlah toko seragam dipadati orang tua yang tengah mempersiapkan kebutuhan sekolah anak-anak mereka. Peningkatan jumlah pembeli tersebut membawa berkah bagi para pedagang seragam sekolah.

Salah seorang pedagang seragam sekolah, Yayan, mengatakan penjualan di tokonya mengalami kenaikan sekitar 20 persen dibandingkan hari-hari biasa.

“Alhamdulillah ada kenaikan, 20 persenan mah ada,” ujar Yayan, Kamis (9/7/2026).

Menurut Yayan, peningkatan jumlah pembeli mulai terasa sejak sepekan menjelang hari pertama masuk sekolah. Kondisi tersebut diperkirakan akan terus berlangsung hingga mendekati dimulainya kegiatan belajar mengajar.

“Ramainya seminggu sebelum masuk sekolah, biasanya sampai menjelang masuk sekolah ramai. Alhamdulillah setiap tahun ramai. Walaupun memang sekarang kan ada juga yang beralih ke belanja online,” katanya.

Berbagai jenis seragam sekolah menjadi incaran pembeli. Namun, pakaian pramuka serta seragam utama untuk siswa SD, SMP, dan SMA menjadi barang yang paling banyak dicari.

“Paling banyak dibeli baju pramuka, putih merah, putih biru, sama putih abu. Untuk anak SD, SMP, dan SMA,” ujar Yayan.

Keramaian pembeli salah satunya terlihat di sebuah toko seragam di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Purwakarta. Sejak siang, orang tua yang didominasi kaum ibu datang bersama anak-anak mereka untuk memilih kebutuhan seragam.

Tidak hanya membeli baju dan bawahan seragam, para orang tua juga mencari berbagai perlengkapan pendukung, mulai dari sabuk hingga atribut sekolah.

Sebagian orang tua sengaja membawa anak mereka agar ukuran seragam yang dibeli sesuai. Anak-anak terlihat mencoba langsung baju, celana, maupun rok sebelum orang tua memutuskan membeli.

Salah seorang orang tua siswa, Reni, mengaku datang untuk mempersiapkan seragam putranya yang akan memasuki jenjang SMP.

Ia memilih membeli kebutuhan seragam lebih awal lantaran putranya akan segera mengikuti kegiatan pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Beli seragam buat SMP, buat anak cowok baru masuk SMP. Besok sudah mulai pra-MPLS, jadi enggak ada lagi waktu, paling hari Minggu. Takut enggak sempat karena belum pasang atribut seragam, nanti di tukang jahitnya pada numpuk,” kata Reni.

Selain mengejar waktu pelaksanaan pra-MPLS, Reni juga mempertimbangkan proses pemasangan atribut sekolah yang membutuhkan waktu tambahan.

Ia khawatir tempat jahit akan kebanjiran pesanan jika pemasangan atribut dilakukan terlalu dekat dengan hari pertama sekolah.

“Jadi dari sekarang bisa dicicil, biar enggak mepet waktu. Anak juga jam dua baru pulang, sudah kesorean, kasihan,” ujarnya.

Lonjakan penjualan seragam sekolah menjadi momentum yang dinantikan para pedagang setiap tahunnya. Meski harus bersaing dengan perdagangan daring, toko seragam konvensional masih menjadi pilihan sebagian orang tua karena ukuran pakaian dapat dicoba langsung oleh anak.

Pedagang memperkirakan aktivitas pembelian seragam sekolah di Purwakarta masih akan ramai hingga H-1 dimulainya tahun ajaran baru. Tingginya kebutuhan perlengkapan sekolah diharapkan mampu mendorong omzet penjualan selama periode tersebut. (yat)

Related Articles

Back to top button