TELUSUR
Trending

Ulama Besar yang Menolak Hadir untuk Menerima MUI Award

Di sebuah desa di Kudus, Jawa Tengah, hidup seorang ulama yang kesehariannya nyaris tak berbeda dengan warga biasa.

Namanya Supriyanto, lebih dikenal sebagai Mbah Riyan. Sebelum dikenal luas, ia menempuh pendidikan di LIPIA Jakarta dan lulus pada 2013.

Sejak menjadi mahasiswa, ia dikenal memiliki ketelitian luar biasa dalam bidang tahqiq kitab, sehingga kemampuan akademiknya mendapat apresiasi tinggi dari para dosen.

Selepas kuliah, Mbah Riyan mengabdikan diri mengajar dan mengelola perpustakaan pesantren di Sukabumi. Di tengah ribuan koleksi kitab, malam-malamnya dihabiskan untuk menulis, meneliti, dan mentahqiq manuskrip ulama.

Dari rutinitas itu lahirlah puluhan karya ilmiah, yang kemudian berkembang menjadi lebih dari seratus kitab, sebagian bahkan diterbitkan di luar negeri.

Fokus utamanya adalah menghidupkan kembali warisan intelektual ulama Nusantara agar tidak hilang ditelan zaman.

Sekembalinya ke Kudus, beliau memilih hidup sederhana. Masyarakat lebih mengenalnya sebagai pekerja serabutan, bahkan kuli bangunan, daripada seorang ulama dan penulis produktif.

Beliau juga dikenal sangat menjaga kemasturan diri, tidak mengejar popularitas, dan lebih ingin agar karya-karyanya dikenal daripada namanya sendiri.

Bahkan ketika memperoleh penghargaan dari MUI, beliau dikabarkan memilih tidak menghadiri acara tersebut.

Sosok Mbah Riyan menjadi pengingat bahwa kemuliaan ilmu tidak selalu berjalan beriringan dengan ketenaran, melainkan dengan keikhlasan dalam berkarya dan mengabdi.


Karya karya mbah riyan Diantaranya…

  1. Dilalah Qorinah Al-Muwadlobah ‘Inda Al-Ushuliyyin.
  2. Rodd Al-Hadits Al-Dlo’if bi Al-Kulliyyah Fitnah Kabiroh Mu’ashiroh.
  3. Is’af Al-Mutholi’ bab Ijtihad, karya Syaikh Mahfudz Al-Tarmasy Al-Jawy (w. 1338 H).
  4. Is’af Al-Mutholi’ bab Taqli>d, karya Syaikh Mahfudz Al-Tarmasy Al-Jawy (w. 1338 H).
  5. Is’af Al-Mutholi’ bab Aqidah, karya Syaikh Mahfudz Al-Tarmasy Al-Jawy (w. 1338 H).
  6. Is’af Al-Mutholi’ bab Tasawuf, karya Syaikh Mahfudz Al-Tarmasy Al-Jawy (w. 1338 H).
  7. Tahqiq Al-Kalimat fi Al-Ushul Al-Fiqhiyyat, karya Syaikh Abul Hasan Al-Bakri Al-Syafi’iy (w. 952 H).
  8. Tuhfah Al-Nubala’ fi Tafahhumi Hukmi Taqbil Dloroih Al-Auliya’
  9. Al-Taufiq Al-Jaliy Bain Al-Asy’ariy wa Al-Hambaliy, karya Syaikh Abdul Ghoni Al-Nabulisy Al-Hanafiy (w. 1143 H).

Related Articles

Back to top button