
Wanasari, 24/08/2026 — Dosen Prodi Agribisnis dan Prodi Gizi Universitas Singaperbangsa Karawang melakukan pelatihan penguatan UMKM pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Wanasari Jaya dengan mengusung tema Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Wanasari Jaya.
Melalui Penguatan Kapasitas Dalam Pengembangan Produk Keripik Pisang Kemasan dan Branding Digital Di Telukjambe Barat, kegiatan ini adalah upaya dalam mendorong peningkatkan kualitas dan daya saing produk olahan pangan melalui penguatan branding, desain kemasan, serta pencantuman informasi nilai gizi.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha keripik pisang agar tidak hanya memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Pelatihan branding dan kemasan bagi anggota KWT memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas produk yang mudah dikenali konsumen.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pemilihan nama merek, logo, desain label, warna kemasan, hingga penyusunan informasi produk yang menarik dan mudah dipahami.
Keripik pisang sebagai salah satu produk olahan yang memiliki potensi ekonomi cukup besar membutuhkan tampilan kemasan yang mampu meningkatkan daya tarik konsumen.
Kemasan tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemasaran dan komunikasi antara produsen dengan konsumen.
“Produk yang berkualitas perlu didukung dengan branding dan kemasan yang baik agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
Konsumen biasanya akan melihat kemasan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli,” ujar Muhammad Farrel Syabena, S.P., M.P pemateri Branding dan Digital marketing dalam kegiatan pelatihan.
Selain aspek branding dan kemasan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya informasi nilai gizi pada produk pangan.
“Pencantuman informasi nilai gizi juga menunjukkan keseriusan produsen dalam memberikan informasi yang transparan kepada konsumen” ujar pemateri Dosen Gizi Ibu Milliyantri Elvandari, S.Gz, M.Si dan Fitriyah Nafsiyah Muthmainah,S.Gz.,M.Si.
Tidak dapat dielakkan lagi bahwa kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi pangan, informasi mengenai kandungan gizi dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih produk.
Bagi pelaku usaha KWT, informasi nilai gizi juga dapat meningkatkan kepercayaan dan profesionalitas produk. Dengan label yang informatif, produk keripik pisang diharapkan mampu memasuki pasar yang lebih luas, baik melalui toko oleh-oleh, pusat penjualan produk UMKM, maupun pemasaran secara daring.

Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat diterapkan secara langsung dalam pengembangan produk.
Mulai dari memperbaiki desain kemasan, menciptakan identitas merek yang konsisten, hingga menyajikan informasi produk secara lengkap dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain agenda pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan memberikan beberapa alat intervensi untuk pengembangan produk UMKM di KWT Wanasari Jaya berupa sealer, Spinner dan beberapa paket kemasan yang telah memiliki desain baru untuk menstimulus semangat KWT guna meningkatkan kualitas produk olahannya.
Alat bantuan bersumber dari dana hibah internal Universitas Singaperbangsa Karawang yang diberikan malalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang di ketuai oleh Ali Fahmi Syahputra, S.Pi., MBA., M.P. dan anggota tim Imas Wildan Rafiqah, SP., MP, Ana Melani, S.Kom.I., M.Sc. serta Dwikani Oklita Anggiruling, S.Gz, M.Si.
Melalui kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diharapkan dapat menjadi satu Langkah yang baik bagi kesiapan bersaing khususnya bagi KWT Wanasari Jaya.



