
KARAWANG,RAKA- Mak Resih dan Mak Halimah dua lansia warga Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur tiba-tiba pada Rabu (16/9) diajak oleh Bupati Karawang menjadi dua orang yang ikut meresmikan Jembatan Harmoni atau Sasak Bodas.
Mak Resih dan Mak Halimah pun memotong pita yang sudah dibentangkan di jembatan bersama bupati. Jembatan Harmoni dengan panjang 12 meter dan lebar 5,5 meter tersebut dibangun dengan anggaran Rp 2 miliar. Jembatan ini menjadi akses utama penghubung Desa Wadas dan Desa Sukaharja Kecamatan Telukjambe Timur.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian fisik. Setiap pembangunan harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan sampai pembangunan hanya selesai secara fisik, tetapi manfaatnya tidak dirasakan masyarakat. Kita ingin setiap infrastruktur yang dibangun benar-benar mempermudah aktivitas warga,” ujarnya.
Bupati Aep juga memastikan akan menyelesaikan penataan dan rekonstruksi wajah masuk Karawang yakni Interchange Karawang Barat dan Karawang Timur. Sekaligus kata Aep, revitalisasi kawasan Rengasdengklok sebagai identitas sejarah daerah, pelebaran akses jalan Sungaibuntu dan penataan Kota Cikampek.
Menurutnya, penataan wajah kota, etersediaan jalan dan jembatan yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Karawang. Akses yang semakin mudah, kata dia, akan berdampak terhadap kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk dalam menjalankan aktivitas sosial maupun ekonomi sehari-hari.
“Kalau aksesnya mudah, mobilitas masyarakat juga semakin lancar. Ini tentu akan mendukung kegiatan sosial dan perekonomian masyarakat,” katanya.
Bupati Aep juga meminta masyarakat ikut menjaga keberadaan Jembatan Harmoni Mas-Sasak Bodas setelah resmi digunakan. Ia menilai pemeliharaan infrastruktur bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Saya berharap jembatan ini dijaga bersama. Jangan hanya pemerintah yang bertanggung jawab, tetapi masyarakat juga ikut merawat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tuturnya.
Nani (46), warga Desa Wadas menyambut baik selesainya pembangunan jembatan tersebut. Keberadaan akses baru itu dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami sangat bersyukur jembatan ini sudah selesai dan bisa digunakan. Sekarang akses kami lebih mudah dan tidak harus mencari jalur lain,” ungkapnya.
Selain mempersingkat akses warga, jembatan tersebut diharapkan turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya. “Semoga dengan adanya jembatan ini, aktivitas warga semakin lancar dan usaha masyarakat juga semakin berkembang,” tutupnya. (asy)



