Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Karawang
Trending

Kadin Dorong Ekonomi Karawang Berdampak bagi Warga

KARAWANG,RAKA— Memperingati Hari Jadi (Milangkala) Kabupaten Karawang ke-393, Kadin Karawang menyerukan pentingnya perubahan paradigma pembangunan daerah. Karawang dinilai tidak boleh sekadar bangga menjadi episentrum industri nasional, melainkan harus memastikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi dan investasi benar-benar memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga lokal.

Direktur Eksekutif Kadin Karawang Muslim Hafidz menilai usia 393 tahun Kabupaten Karawang menjadi momentum untuk mengevaluasi arah pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Karawang tidak cukup hanya terlihat dari masuknya investasi, berdirinya perusahaan, maupun meluasnya kawasan industri.

“Pertanyaan pentingnya adalah sejauh mana pertumbuhan ekonomi tersebut dirasakan dan berdampak bagi masyarakat Karawang,” kata Muslim Hafidz.

Muslim mengatakan, industrialisasi telah membawa investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Karawang. Namun, perkembangan tersebut perlu memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal. Ia menilai Karawang membutuhkan ekosistem ekonomi yang mampu menghubungkan perusahaan besar, UMKM, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

“Karawang membutuhkan lebih dari kawasan industri. Karawang membutuhkan ekosistem ekonomi yang saling terhubung,” ujarnya.

Menurut Muslim, perusahaan besar dapat menjadi lokomotif ekonomi, sedangkan UMKM masuk dalam rantai pasok industri. Perguruan tinggi berperan melalui pengetahuan dan inovasi, sementara pemerintah menjadi regulator sekaligus fasilitator.

Dalam kondisi tersebut, kata dia, Kadin Karawang dapat berperan sebagai jembatan antara kepentingan dunia usaha dan kebutuhan pembangunan daerah.

Muslim menegaskan, investasi yang masuk ke Karawang seharusnya meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Investasi yang baik idealnya meninggalkan jejak yang lebih panjang, seperti keterampilan baru, tenaga kerja lokal yang semakin kompeten, UMKM yang masuk rantai pasok, serta transfer teknologi dan pengetahuan,” tuturnya.

Ia juga mendorong hubungan pemerintah daerah dengan dunia usaha berkembang dari pola administratif menuju kemitraan dalam membangun daerah. Menurutnya, pemerintah membutuhkan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi.

Sebaliknya, dunia usaha membutuhkan kepastian hukum, infrastruktur, pelayanan publik, dan iklim investasi yang kondusif.

Muslim juga menyoroti posisi Karawang sebagai daerah industri sekaligus kawasan pertanian dan lumbung pangan. Menurutnya, industrialisasi dan pertanian tidak harus berjalan berlawanan. Keduanya dapat berkembang bersama melalui pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan.

“Industri dan pertanian dapat hidup berdampingan jika pembangunan dirancang dengan perspektif keberlanjutan,” katanya.

Ia menyebut sektor pertanian dapat masuk dalam rantai ekonomi modern melalui hilirisasi, teknologi pertanian, pengolahan pangan, logistik, dan digitalisasi.

Di sisi lain, industri dapat memperkuat tanggung jawab sosial dan ekologis melalui kemitraan yang lebih nyata dengan masyarakat. Selain infrastruktur fisik, Muslim menilai kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Karawang.

Karawang membutuhkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan otomatisasi, kecerdasan artifisial, robotika, manufaktur berteknologi tinggi, dan ekonomi digital. “Investasi terbesar Karawang sesungguhnya bukan hanya pada kawasan industri, tetapi pada manusia Karawang,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong kebutuhan kompetensi industri bertemu dengan kurikulum pendidikan dan pelatihan agar peningkatan kualitas tenaga kerja berjalan lebih terarah.

Muslim juga menilai pembangunan Karawang perlu menciptakan daerah yang nyaman bagi dunia usaha sekaligus masyarakat. Menurutnya, iklim usaha tidak hanya berkaitan dengan kemudahan perizinan, tetapi juga kepastian hukum, pelayanan publik, keamanan, lingkungan, hubungan industrial, dan kualitas kehidupan masyarakat.

“Karawang tidak boleh hanya menjadi tempat orang bekerja pada pagi hari lalu ditinggalkan pada sore hari. Karawang harus menjadi rumah,” katanya.

Memasuki usia ke-393, Muslim berharap pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan generasi muda memperkuat kolaborasi pembangunan. Menurutnya, kolaborasi perlu memiliki ukuran yang jelas, seperti jumlah UMKM yang masuk rantai pasok industri, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, inovasi, serta investasi yang memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Ukuran keberhasilan sebuah daerah bukan hanya tentang seberapa besar ekonominya tumbuh, tetapi tentang seberapa banyak warganya ikut tumbuh bersama,” pungkasnya. (asy)

Related Articles

Back to top button