
PURWAKARTA, RAKA – Sebanyak 100 pengayuh becak lanjut usia di Kabupaten Purwakarta menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pengemudi berusia 55 tahun ke atas yang mulai kesulitan mengayuh becak konvensional.
Penyerahan bantuan berlangsung di Taman Pasanggrahan Padjajaran, Purwakarta, Rabu (30/9/2026). Program ini ditujukan untuk membantu pengayuh becak lansia tetap bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden kepada masyarakat, khususnya pengemudi becak yang masih mengandalkan pekerjaan itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Ini kan kasih sayang Pak Prabowo terhadap masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di Purwakarta. Pembecak-pembecak di Purwakarta yang usianya sudah 55 tahun, yang sudah tidak kuat lagi mengayuh, itu diberi becak listrik oleh Pak Presiden,” kata Om Zein.
Ia menjelaskan, bantuan secara khusus menyasar warga yang memang berprofesi sebagai pengayuh becak, bukan masyarakat yang menjalani pekerjaan lain. Penerima juga diarahkan tetap beroperasi di wilayah dan tempat mangkal yang biasa digunakan untuk mencari penumpang.
Penggunaan becak listrik diharapkan dapat membantu pengemudi yang tenaganya mulai berkurang agar tetap mampu mengangkut penumpang tanpa harus mengandalkan tenaga kaki seperti saat menggunakan becak konvensional.
Salah seorang penerima bantuan, Ajat, mengaku bersyukur mendapatkan becak listrik setelah bertahun-tahun bekerja menggunakan becak kayuh. Ia mengatakan kondisi fisiknya kini tidak lagi sekuat saat pertama menjalani pekerjaan tersebut.
“Sangat bersyukur, kami merasa terbantu. Karena saya ini sudah tua, tenaga sudah berkurang. Sekarang dikasih becak listrik, alhamdulillah, terima kasih,” ujar Ajat.
Ajat berencana tetap mangkal di sekitar Puskesmas Kota Purwakarta. Ia mengaku sudah mengikuti uji coba penggunaan becak listrik di kantor Dinas Perhubungan, meski masih perlu berlatih agar lebih lancar mengoperasikannya.
Terkait pengisian daya, Ajat berencana mengecas baterai di rumah. Namun, ia belum mengetahui besaran biaya listrik yang akan dikeluarkan karena baru mulai menggunakan kendaraan tersebut.
Melalui bantuan ini, para pengayuh becak lansia diharapkan dapat mempertahankan mata pencaharian dengan dukungan kendaraan yang lebih mudah dioperasikan. (yat)



