
PURWAKARTA, RAKA – Air Sungai Cilamaya di wilayah Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berubah warna menjadi hitam dan terlihat berbusa. Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di sekitar aliran sungai khawatir air tercemar.
Perubahan kondisi air terlihat di sekitar Kampung Tanjung Garut hingga wilayah Desa Cijunti, Kecamatan Campaka. Rekaman video kondisi sungai juga beredar di masyarakat dan memicu keresahan.
Warga selama ini memanfaatkan aliran Sungai Cilamaya untuk berbagai kebutuhan, termasuk mandi dan mencuci. Air sungai juga digunakan untuk menunjang aktivitas pertanian di sekitar aliran tersebut.
Kondisi air yang berubah secara tiba-tiba menjadi perhatian karena terjadi di tengah musim kemarau. Warga khawatir perubahan kualitas air akan berdampak terhadap kebutuhan sehari-hari maupun lahan pertanian.
“Waduh, kumaha atuh ieu teh Pak Dedi, walungan Cilamaya kuat jadi kieu. Komo ayeuna keur halodo panjang, masyarakat teh ngandelkeun cai Cilamaya, keur mandi, keur nyeseuh. Kumaha ieu teh Pak Dedi,” ujar warga dalam rekaman video yang beredar.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, personel Polsek Campaka Polres Purwakarta melakukan pengecekan langsung ke Sungai Cilamaya pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 11.09 WIB.
Pengecekan dilakukan Aiptu Bambang Karyono dan Aiptu Asep Mulyana saat melaksanakan patroli. Dari hasil pengamatan secara visual, air sungai memang terlihat berwarna hitam dan berbusa.
Namun, kondisi tersebut belum dapat dipastikan sebagai pencemaran akibat limbah dari sumber tertentu. Untuk mengetahui penyebab perubahan warna air sekaligus memastikan tingkat pencemarannya, diperlukan pemeriksaan dan pengujian sampel oleh instansi teknis yang berwenang.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam melalui Kasi Humas IPTU Tini Yutini mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air sungai yang kondisinya berubah sebelum ada kepastian mengenai kualitas dan keamanannya.
“Apabila ditemukan perubahan kondisi lingkungan seperti air sungai yang berubah warna dan berbusa, masyarakat kami imbau untuk tidak menggunakan air tersebut terlebih dahulu sampai ada kepastian mengenai kualitas dan keamanannya,” ujar IPTU Tini Yutini.
Polres Purwakarta juga mendorong koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi Sungai Cilamaya.
Pengujian sampel air dinilai penting untuk mengetahui kandungan di dalam air dan memastikan apakah perubahan warna serta munculnya busa berkaitan dengan pencemaran atau faktor lainnya.
Warga berharap pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara visual, tetapi dilanjutkan dengan pengambilan sampel air. Jika nantinya ditemukan adanya pencemaran, sumbernya juga diharapkan dapat ditelusuri dan ditangani.
Kekhawatiran warga semakin besar karena Sungai Cilamaya masih menjadi salah satu tumpuan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan air. Dalam kondisi kemarau panjang, perubahan kualitas air berpotensi semakin menyulitkan warga yang bergantung pada aliran sungai.
Masyarakat juga diminta melaporkan apabila menemukan perubahan kondisi air yang semakin parah, bau menyengat, maupun aktivitas yang diduga berkaitan dengan pencemaran lingkungan.
Hingga pengecekan dilakukan, penyebab pasti air Sungai Cilamaya berubah hitam dan berbusa belum diketahui. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan sebelum dapat disimpulkan apakah kondisi tersebut benar-benar akibat pencemaran dan dari mana sumbernya. (yat)



