
PURWAKARTA, RAKA – Kabupaten Purwakarta membidik sekitar 2 juta kunjungan wisatawan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purwakarta, Aep Durohman, mengatakan target tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga bagaimana kunjungan tersebut memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan destinasi, peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur, serta penguatan promosi menjadi bagian penting untuk mengejar target tersebut.
“Target kita sekitar 2 juta kunjungan wisatawan. Yang paling penting bukan hanya jumlah kunjungannya, tetapi bagaimana wisatawan bisa tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di Purwakarta,” ujar Aep, Kamis (8/10/2026).
Untuk menarik lebih banyak wisatawan, Pemkab Purwakarta akan memperkuat promosi dan pemasaran pariwisata melalui berbagai kanal digital. Media sosial, konten kreator hingga platform wisata dinilai menjadi sarana penting untuk memperkenalkan destinasi Purwakarta kepada wisatawan.
Aep mengatakan promosi juga perlu dibarengi dengan aktivitas di destinasi. Karena itu, pengelola wisata didorong membuat event dan festival secara rutin sehingga wisatawan memiliki alasan untuk datang kembali ke Purwakarta.
“Destinasi tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik yang sudah ada. Harus ada kegiatan, event dan festival yang rutin sehingga wisatawan memiliki pilihan pengalaman yang lebih beragam,” katanya.
Selain promosi, aspek aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah mendorong peningkatan fasilitas, kebersihan, keamanan serta kenyamanan di berbagai destinasi wisata.
Hal tersebut dinilai penting karena pengalaman wisatawan selama berada di destinasi akan memengaruhi minat mereka untuk kembali maupun merekomendasikan Purwakarta kepada wisatawan lainnya.
Purwakarta sendiri memiliki sejumlah destinasi dengan karakter berbeda, mulai dari wisata alam, rekreasi keluarga, budaya hingga wisata petualangan.
Di antaranya Taman Air Mancur Sri Baduga, Taman Batu, Kampung Kahuripan Cirangkong, Anugerah Waterpark Bunder, kawasan Jatiluhur, Gunung Parang, Nimo, Kahuripan Tirta Wanayasa dan Cikao Park.
Keberagaman tersebut menjadi modal untuk membangun paket wisata terpadu. Wisatawan tidak hanya diarahkan mengunjungi satu destinasi, tetapi juga menikmati kuliner, budaya dan produk ekonomi kreatif dalam satu perjalanan.
“Kita ingin wisatawan yang datang tidak hanya mengunjungi satu tempat. Mereka bisa menikmati wisata alam, kuliner, budaya sekaligus membeli produk ekonomi kreatif masyarakat,” ujar Aep.
Menurut dia, pola tersebut dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus memperluas perputaran uang di tingkat pelaku usaha lokal.
Karena itu, pengembangan pariwisata juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemkab Purwakarta akan terus mendorong kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata, komunitas, desa wisata, hotel, restoran hingga agen perjalanan.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar promosi tidak berjalan sendiri-sendiri dan wisatawan mendapatkan pilihan perjalanan yang lebih terintegrasi.
Aep menegaskan, keberhasilan sektor pariwisata tidak cukup diukur dari banyaknya orang yang datang ke Purwakarta. Dampak terhadap perekonomian masyarakat juga menjadi bagian penting dari pencapaian target tersebut.
“Harapannya wisatawan tidak hanya datang, tetapi tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di Purwakarta. Dengan begitu, semakin banyak pelaku usaha dan masyarakat yang merasakan dampaknya,” katanya.
Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan ikut mendorong perputaran ekonomi masyarakat, meningkatkan lama tinggal, serta memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan penguatan destinasi, promosi digital, penyelenggaraan event, peningkatan fasilitas dan kolaborasi antarpelaku pariwisata, Pemkab Purwakarta menargetkan sektor wisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. (yat)



