Inovasi SMPN 1 Sukatani: Kembangkan SI BERKAH hingga SI PRESTASI, Integrasikan Teknologi dan Karakter Siswa

PURWAKARTA, RAKA – SMPN 1 Sukatani, Kabupaten Purwakarta, terus berinovasi meningkatkan mutu pendidikan melalui transformasi digital. Lewat Sistem Informasi Berbagi Beas Kaheman (SI BERKAH) dan Sistem Informasi Prestasi Siswa (SI PRESTASI), sekolah ini memadukan pemanfaatan teknologi dengan penguatan karakter, kepedulian sosial, dan pengembangan prestasi peserta didik.
Kepala SMPN 1 Sukatani, H. Patoni, S.Pd., mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah membangun tata kelola pendidikan yang lebih efektif sekaligus membentuk karakter siswa.
“Pengembangan sekolah kami berlandaskan prinsip Kelola Administrasi, Kembangkan Kompetensi Guru, dan Kuatkan Karakter Murid atau KA 2KG 2KM. Prinsip ini menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah sekaligus membangun karakter peserta didik,” ujar Patoni, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berorientasi pada kemudahan administrasi, tetapi juga ditujukan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat akuntabilitas, dan menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Salah satu inovasi yang dikembangkan ialah SI BERKAH, sistem informasi untuk mencatat dan mendokumentasikan kegiatan Beas Kaheman yang menjadi praktik baik siswa dalam berbagi.
Patoni menjelaskan, program Beas Kaheman merupakan implementasi pendidikan karakter yang merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 9 Tahun 2021 dan Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 131 Tahun 2022.
“Melalui SI BERKAH, kegiatan Beas Kaheman dapat tercatat secara akurat, mulai dari hari dan tanggal kegiatan, jumlah beras yang terkumpul dari siswa, hingga kepada siapa bantuan tersebut disalurkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, informasi yang terdokumentasi dalam sistem tersebut dapat diakses oleh warga sekolah dan pemangku kepentingan terkait. Dengan begitu, kegiatan berbagi tidak hanya menjadi pembiasaan positif, tetapi juga memiliki pencatatan yang lebih tertata dan transparan.
Program Beas Kaheman sendiri menjadi sarana bagi siswa untuk belajar menerapkan nilai empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Melalui praktik langsung, pendidikan karakter diharapkan tidak berhenti pada teori di kelas, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kegiatan sosial, SMPN 1 Sukatani mengembangkan SI PRESTASI untuk mendokumentasikan capaian siswa dalam berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.
Patoni menjelaskan bahwa prestasi peserta didik merupakan salah satu indikator hasil pembelajaran yang diperoleh melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan pembiasaan positif di lingkungan sekolah.
“Prestasi siswa perlu dicatat dan didokumentasikan secara akurat dan komprehensif. Dengan adanya SI PRESTASI, sekolah memiliki data capaian siswa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar pemberian penghargaan kepada mereka yang berprestasi,” ungkap Patoni.
Sistem tersebut memuat sejumlah informasi, antara lain tanggal kejuaraan, jenis perlombaan, peserta yang mengikuti, tingkat kompetisi, hingga urutan juara yang diraih.
Dengan pencatatan terstruktur, sekolah dapat lebih mudah memetakan capaian siswa dan mendokumentasikan prestasi yang telah diraih. Data tersebut juga dapat membantu sekolah mengenali potensi peserta didik agar bakat dan minat mereka terus berkembang.
Dari sisi teknis, Guru Informatika SMPN 1 Sukatani, Ririn Mudzaki A. Ramdhani, S.Kom., menerangkan bahwa sistem informasi tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi berbasis web.
“Transformasi sistem informasi ini dibuat menggunakan HTML dengan platform pengembangan Visual Studio Code, sedangkan penyimpanan datanya memanfaatkan Google Spreadsheet,” jelas Ririn.
Ia menerangkan bahwa penggunaan Google Spreadsheet memungkinkan data yang tersimpan terintegrasi dengan informasi yang ditampilkan dalam sistem. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan layanan digital yang praktis dan mendukung pengelolaan data secara terstruktur.
Menurut Ririn, penerapan sistem informasi digital diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi sekaligus mendukung akuntabilitas operasional sekolah.
“Integrasi sistem dengan penyimpanan data digital diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat akuntabilitas, dan menciptakan ekosistem belajar yang responsif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Patoni menambahkan, transformasi sistem informasi di SMPN 1 Sukatani tidak hanya mencakup SI BERKAH dan SI PRESTASI. Sekolah juga mengembangkan SI Surat, SI Duru, dan SI Kasih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja manajemen sekolah.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan berbagai sistem tersebut diarahkan untuk mendukung tata kelola pendidikan yang lebih efektif sekaligus menunjang penerapan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.
Melalui inovasi digital tersebut, SMPN 1 Sukatani berupaya mengintegrasikan teknologi, pengembangan kompetensi guru, dan penguatan karakter siswa dalam satu ekosistem pendidikan. (yat)



