Jannah Theme License is not validated, Go to the theme options page to validate the license, You need a single license for each domain name.
Karawang
Trending

JSIT Jabar Gelar IYF di Karawang, Ajang Bakat Pelajar

KARAWANG, RAKA – Islamic Youth Festival (IYF) tingkat Provinsi Jawa Barat digelar di tiga lokasi berbeda, salah satunya di Sekolah IT Mentari Ilmu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Minggu (1/11). Di lokasi tersebut, ratusan peserta mengikuti kompetisi tahfidz Alquran, coding, dan menggambar.

Ketua Pelaksana IYF Wilayah yang digelar di Karawang Rosadi mengatakan, kegiatan yang berlangsung di Karawang diikuti peserta dari empat hingga lima kabupaten/kota di Jawa Barat. Tercatat sebanyak 90 peserta mengikuti lomba menggambar, 51 peserta lomba coding, dan 60 peserta mengikuti lomba tahfidz.

“Untuk menggambar dan coding ada kategori SD dan SMP. Sementara lomba menggambar khusus diikuti peserta tingkat SD. Untuk tahfidz, peserta yang hadir hari ini merupakan mereka yang sudah lolos seleksi secara online dan masuk babak final tingkat provinsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai daerah sehingga membutuhkan koordinasi antarpanitia secara intensif. Meski demikian, pihaknya telah melakukan persiapan agar seluruh rangkaian perlombaan berjalan lancar.

Menurutnya, IYF menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan prestasi di bidang akademik dan non akademik sekaligus mengasah kemampuan, kreativitas, dan bakat yang dimiliki masing-masing peserta.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana silaturahmi antarpelajar dari berbagai daerah. Peserta yang mengikuti festival tidak hanya berasal dari sekolah anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), tetapi juga terbuka bagi sekolah umum maupun non-Islam.

“Harapannya ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk menunjukkan prestasi di bidang nonakademik, mengasah kreativitas, serta menguji kemampuan dan bakat mereka. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpelajar dari berbagai daerah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum JSIT Indonesia Wilayah Jawa Barat, Sugeng Susianto, M.Pd., mengatakan, pelaksanaan IYF tingkat Jawa Barat tahun ini dipusatkan di tiga lokasi. Selain Sekolah IT Mentari Ilmu Jatisari Karawang, kegiatan juga berlangsung di Universitas Indonesia (UI) dan Sekolah Umul Quro Depok.

Di Sekolah IT Mentari Ilmu Karawang digelar lomba tahfidz, coding, dan menggambar. Sementara di UI berlangsung kompetisi futsal dan panahan, sedangkan di Umul Quro Depok digelar lomba robotik.

Sugeng menjelaskan, IYF merupakan festival tahunan yang diselenggarakan JSIT Indonesia secara nasional. Sebelum memasuki tingkat wilayah, peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi di tingkat daerah. Selanjutnya, peserta yang lolos akan melaju ke tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2026.

“Untuk Jawa Barat, anggota kami sekitar 300 sekolah. Namun, kegiatan IYF ini tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah anggota JSIT. Sekolah negeri, swasta, sekolah umum maupun sekolah dari lembaga pendidikan lainnya juga terbuka untuk mengikuti kegiatan ini, selama memenuhi persyaratan dan lolos seleksi tingkat daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan IYF telah mendapatkan legitimasi dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan mengacu pada standar yang ditetapkan lembaga tersebut. Dengan demikian, kegiatan ini tidak sekadar menjadi kompetisi, tetapi juga dapat menjadi ruang evaluasi bagi sekolah dalam mengukur kemampuan dan kualitas pembinaan peserta didik.

Menurutnya, jumlah peserta IYF tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat sekolah untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan potensi dan prestasi.

Sugeng berharap, festival tersebut dapat membangun sportivitas, kreativitas, serta mental kompetitif para pelajar. Terlebih, tantangan dunia pendidikan di era digital menuntut peserta didik memiliki kemampuan dan kesiapan untuk bersaing di tingkat yang lebih luas.

“Ini menjadi ajang untuk mengukur potensi masing-masing sekolah dan daerah. Anak-anak dilatih untuk berkompetisi secara sehat dengan teman-temannya dari berbagai sekolah, baik sekolah Islam, umum, negeri maupun swasta,” ungkapnya.

Ia menilai, pengalaman mengikuti kompetisi sejak dini dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk menghadapi persaingan pada jenjang yang lebih tinggi, termasuk tingkat nasional dan internasional.
Di sisi lain, hasil perlombaan juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pembinaan siswa, hingga manajemen kelembagaan.

“Kalau sekolahnya meraih juara, tentu bisa semakin dikenal masyarakat. Namun, bagi yang belum berhasil, ini menjadi bahan evaluasi mengenai apa yang harus diperbaiki, baik dari sisi pembinaan maupun kualitas pendidikan. Harapannya seluruh sekolah bisa terus berkembang menjadi lebih baik,”tutupnya. (zal)

Related Articles

Back to top button