
PURWAKARTA, RAKA – Musim kemarau panjang tak menyurutkan semangat peserta didik SDN 2 Nagri Tengah, Kabupaten Purwakarta, dalam menjalankan pendidikan karakter lingkungan melalui program Tatanen di Bale Atikan (TdBA). Siswa kelas 5 dan 6 berhasil memanen sayuran pakcoy hasil budidaya selama dua bulan.
Panen yang berlangsung Rabu (4/11/2026) tersebut menjadi hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan langsung oleh para peserta didik. Mulai dari penyemaian benih, penanaman, perawatan, hingga panen, seluruh tahapan dijalankan dengan pendampingan guru.
Kepala SDN 2 Nagri Tengah, Reni Rainasari, mengatakan kondisi kemarau tidak menjadi hambatan bagi siswa untuk merawat tanaman. Bahkan, ketika persediaan air di sekolah terbatas, para siswa berinisiatif membawa air dari rumah untuk menyiram pakcoy yang mereka tanam.
Menurut Reni, kegiatan TdBA tidak sekadar mengajarkan peserta didik bercocok tanam. Lebih dari itu, program tersebut menjadi sarana pembentukan karakter melalui pengalaman nyata.
“Dengan pendidikan karakter TdBA termasuk menanam pakcoy, semua siswa belajar memiliki tanggung jawab, disiplin, kesabaran, kerja sama sejak dini dan belajar berproses hingga hasil yang mereka tanam kemudian panen. Ini akan menjadi pengalaman berharga buat mereka kelak setelah lulus dari Sekolah Dasar,” ujar Reni.
Hasil panen pakcoy tersebut selanjutnya diolah menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari sayuran hingga makanan ringan. Sementara hasil panen yang berlebih dapat dibawa pulang oleh peserta didik.
Melalui kegiatan ini, SDN 2 Nagri Tengah menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan, merawat tanaman, serta menghargai setiap proses untuk memperoleh hasil.
Program TdBA juga menjadi bentuk pembelajaran kontekstual yang mengajarkan peserta didik bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten. (yat)



