
Yayu Sri Rahayu
149 Kasus, Dua Meninggal
KARAWANG, RAKA – Kabupaten Karawang darurat penyakit Demam Berdarah Dengue(DBD). Sepanjang tahun 2019 ini, jumlah penderita penyakit yang disebabkan jentik nyamuk itu semakin bertambah setiap bulannya.
Catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang sampai bulan November 2019 tercatat 149 kasus. Bahkan dua diantaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut. “Angka kasus DBD sampai bulan ini mencapai 149 berarti kalau ditambah sama satu orang yang di Lemahabang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Yayu Sri Rahayu, kepada Radar Karawang.
Dikatakan Yayu, jumlah kasus DBD pada tahun 2019 setiap bulannya semakin bertambah. Pada pekan lalu, ada dua orang meninggal di Kecamatan Lemahabang yang diduga karena penyakit DBD. “Iya minggu kemarin ada dua orang di Desa Pasirtanjung dan Ciwaringin Kecamatan Lemahabang. Saat ini kami sedang ke pengecekan dan melakukan foging,” ucapnya.
Namun demikian, Yayu membantah bahwa dua orang tersebut meninggal akibat penyakit DBD. Menurutnya, satu orang warga yang meninggal sudah dipastikan bahwa itu bukan meninggal akibat penyakit DBD. Sementara satu orang lainnya masih dilakukan pengecekan lebih lanjut. “Yang dari Pasirtanjung itu bukan karena DBD tapi karena batuk darah. Kemudian yang di Ciwaringin juga kami sedang melakukan pengecekan ke rumah sakit. Karena dia sudah sakit sejak dua bulan lalu dan bahkan sudah berhenti dari tempat kerjanya. Jadi 149 itu kalau yang di Ciwaringin positif meninggal karena DBD,” ujarnya.
Yayu juga mengatakan, untuk menekan kasus DBD, pihaknya sudah membuat beberapa program yang salah satunya satu rumah satu jumantik. Dalam satu rumah harus ada satu orang yang berperan untuk memantau dan menindak jentik nyamuk. “Kita ada program satu rumah satu jumantik dan ini sudah mulai disosialisasikan,” pungkasnya. (nce)